
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Memulai tahun ajaran baru tidak hanya berarti menyambut siswa di lingkungan sekolah, tetapi juga membangun kemitraan yang kuat antara keluarga dan lembaga pendidikan. Semangat itulah yang diwujudkan SMA Kolese De Britto Yogyakarta melalui kegiatan Penyerahan Siswa Baru dan Pra Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (Pra MPLS), Sabtu (11/7/2026), sebagai langkah awal mendampingi 284 siswa baru Tahun Ajaran 2026/2027 yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia.
SMA Kolese De Britto merupakan sekolah menengah atas yang dikelola oleh Serikat Yesus (Jesuit) di Yogyakarta. Selama lebih dari tujuh dekade, sekolah ini dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan yang menekankan pembentukan karakter, kepemimpinan, integritas, dan kepedulian sosial, selain pengembangan kemampuan akademik. Pendidikan yang dijalankan berlandaskan spiritualitas Ignasian, yakni pendekatan yang mendorong peserta didik mengenal dirinya, berefleksi, serta mengembangkan kemampuan untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.
Semangat tersebut tampak sejak awal kegiatan yang berlangsung di aula sekolah. Ratusan orang tua hadir mengantarkan putra-putra mereka memasuki lingkungan belajar yang baru. Acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta perkenalan jajaran pimpinan sekolah, rektor yayasan, wali kelas, dan para pendamping siswa.
Kepala SMA Kolese De Britto, Robertus Arifin Nugroho, S.Si., M.Pd., menjelaskan bahwa pendidikan di sekolah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan manusia yang memiliki karakter kuat, kemampuan berpikir kritis, kepedulian terhadap masyarakat, serta semangat melayani.
“Setiap siswa memiliki potensi yang berbeda. Tugas sekolah adalah mendampingi para siswa agar berkembang secara utuh, menemukan jati diri, sekaligus mampu memberi kontribusi bagi lingkungan di mana mereka berada,” ujarnya.
Prosesi penyerahan siswa secara simbolis dilakukan oleh perwakilan orang tua, Yohanes Heri Widodo. Momen tersebut menjadi simbol dimulainya kemitraan antara keluarga dan sekolah. Bagi SMA Kolese De Britto, pendidikan dipandang sebagai tanggung jawab bersama sehingga komunikasi dan kerja sama antara orang tua dengan sekolah menjadi bagian penting dalam proses pendampingan siswa.
Kegiatan semakin inspiratif melalui sesi berbagi pengalaman dari Prof. Dr. (HC). Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang juga merupakan alumni SMA Kolese De Britto. Ia membagikan perjalanan hidupnya sekaligus menegaskan bahwa pendidikan karakter yang diterimanya selama bersekolah menjadi bekal penting dalam meniti karier sebagai akademisi dan pemimpin di perguruan tinggi.
Pengalaman tersebut diperkuat oleh kesaksian Yudianto, orang tua dari salah satu siswa, yang menilai komunikasi yang terbuka antara sekolah dan keluarga menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan anak selama menjalani pendidikan.
Usai prosesi penyerahan, para siswa mengikuti sesi Pra MPLS di hall lapangan basket. Para siswa baru ini, memperoleh pembekalan mengenai rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah yang akan berlangsung pada 13–17 Juli 2026. Program tersebut dirancang melalui pendekatan informatif, formatif, dan transformatif agar siswa tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memahami budaya belajar, nilai-nilai kebersamaan, serta tanggung jawab sebagai bagian dari komunitas sekolah.
Sementara itu, para orang tua mengikuti sosialisasi mengenai kurikulum, sistem pendampingan siswa, layanan sekolah, administrasi, hingga berbagai program yang mendukung perkembangan peserta didik. Dialog yang berlangsung setelahnya menjadi ruang untuk membangun komunikasi sejak awal sekaligus menyamakan harapan antara sekolah dan keluarga.
Menjelang penutupan, Rektor Yayasan De Britto, Romo Agustinus Sugiyo Pitoyo, SJ, mengajak para orang tua untuk terus berjalan bersama sekolah dalam mendampingi perkembangan putra-putra selama menempuh Pendidikan di De Britto. Menurut room Pitoyo, pendidikan yang berhasil lahir dari kepercayaan, komunikasi, dan komitmen bersama dalam mengembangkan setiap potensi anak.
Di tengah berbagai tantangan pendidikan saat ini, pendekatan yang dikembangkan SMA Kolese De Britto menunjukkan bahwa keberhasilan sekolah tidak hanya diukur dari prestasi akademik. Yang lebih penting adalah bagaimana pendidikan mampu membentuk generasi muda yang memiliki integritas, kepedulian sosial, kemampuan memimpin, dan kesiapan memberikan kontribusi bagi masyarakat. Melalui penyerahan siswa baru dan Pra MPLS ini, SMA Kolese De Britto kembali menegaskan bahwa pendidikan terbaik selalu dimulai dari kolaborasi yang erat antara sekolah, keluarga, dan peserta didik.
Laporan: Chr. Danang Wahyu Prasetio, S.Or., M.M.