Sentil Narasi Indonesia Gelap, Prabowo: Pakai Kacamata Gelap, Ya Gelap Terus

pranusa.id July 18, 2026

FOTO: Presiden RI Prabowo Subianto

MALANG, PRANUSA.ID — Presiden RI Prabowo Subianto kembali merespons sejumlah narasi pesimistis yang sering dialamatkan kepada pemerintahannya.

Saat menghadiri acara Panen Raya bersama TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026), Presiden secara terbuka menepis berbagai prediksi mengenai kondisi ekonomi Indonesia yang disebut-sebut bakal mengalami keruntuhan atau kolaps.

Prabowo mengibaratkan pandangan negatif tersebut seperti memakai kacamata hitam yang membuat seseorang hanya melihat masa depan Indonesia secara suram.

“Indonesia jelek, Indonesia apa? Indonesia gelap. Kalau pakai kacamata gelap, ya gelap terus,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Ia juga menanggapi sinis pihak-pihak yang terus-menerus memprediksi bahwa Indonesia akan mengalami kehancuran ekonomi setiap bulannya. Menurutnya, fokus yang hanya tertuju pada kegagalan tidak akan memberikan dampak positif bagi pembangunan bangsa.

“Tiap bulan Indonesia akan collapse. Juni collapse. Ini sudah Juli. Juli collapse. Collapse saja tuh. Mikirnya mikir collapse, ya kan? Biar aja,” ujarnya.

Presiden menegaskan bahwa dirinya tetap optimistis dengan arah pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah. Ia meyakini berbagai program strategis, termasuk upaya mewujudkan ketahanan energi nasional, akan membawa Indonesia menuju negara yang lebih maju dan mandiri.

Bagi mereka yang masih meragukan kemajuan tersebut, Presiden mempersilakan untuk tetap menjadi penonton. “Yang enggak mau, enggak apa-apa. Duduk saja. Duduk saja nonton, ya?” tuturnya.

Di akhir pidatonya, Prabowo juga menekankan pentingnya bagi bangsa Indonesia untuk tetap berdaulat dan tidak terus-menerus menggantungkan nasib kepada pengaruh kekuatan asing.

“Tapi, jangan membebek kepada kekuatan asing terus, ya kan?” tegasnya.

Kehadiran Presiden dalam panen raya ini sekaligus menjadi sinyal optimisme pemerintah terhadap sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan nasional di tengah isu ketidakpastian ekonomi global.

Laporan: Judirho | Editor: Arya

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bela Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris: Klien Saya Kebanggaan Presiden Prabowo
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea resmi turun…
Jelang PON XXII 2028, Gubernur NTT dan KONI Pusat Tinjau Arena Pacuan Kuda di Sumba
SUMBA BARAT DAYA, PRANUSA.ID — Persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional…
MPLS Ramah Anak, SMP Budya Wacana Gelar Kunjungan Edukatif ke Museum Benteng Vredeburg
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2026…
Empat Karyawan SPPG Ende Diduga Dipecat Sepihak Tanpa Surat Pemberitahuan
ENDE, PRANUSA.ID — Isu dugaan kesewenang-wenangan kembali menerpa pengelola Satuan…
Belum Ambil Alih Kasus Eks Jampidsus, KPK: Ada Mekanisme yang Harus Ditempuh
JAKARTA, PRANUSA.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan belum akan…