
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Awal tahun ajaran baru 2026/2027 di SMP Budya Wacana Yogyakarta diwarnai dengan kegiatan Outing Class yang sarat edukasi.
Seluruh siswa dari kelas 7, 8, dan 9 antusias mengikuti kunjungan ke Istana Kepresidenan Yogyakarta atau yang dikenal sebagai Gedung Agung, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan ini sejatinya merupakan agenda lanjutan dari rangkaian pengenalan lingkungan sekolah yang sempat tertunda pekan lalu.
Sebelum bertolak ke lokasi, rombongan siswa, guru, dan karyawan berkumpul di area parkir GKI Ngupasan untuk melakukan persiapan dan pembagian kelompok didampingi para guru serta pengurus OSIS.
Untuk mematuhi protokol serta menghindari penumpukan pengunjung di dalam kompleks istana, para siswa dibagi menjadi dua kloter kunjungan, yakni pukul 08.00 WIB dan pukul 09.00 WIB.
Setibanya di lokasi, para siswa menitipkan barang-barang berharga di ruang transit sebelum dipandu oleh petugas (guide) menyusuri bagian dalam istana.
Dalam pemaparannya, pemandu wisata menjelaskan bahwa Gedung Agung merupakan salah satu dari enam Istana Kepresidenan di Indonesia—selain di Jakarta, Bogor, Cipanas, dan Tampaksiring—yang berfungsi sebagai tempat singgah Presiden, Wakil Presiden, serta pejabat negara saat melakukan kunjungan kedinasan.
Secara historis, bangunan ini didirikan pada rentang tahun 1824–1832 sebagai kediaman residen Belanda sebelum sempat beralih fungsi pada masa pendudukan Jepang.
Para siswa tampak antusias mendengarkan sejarah penting gedung tersebut, termasuk peran krusialnya pada periode 1946–1949 sebagai tempat tinggal sementara Presiden Soekarno ketika ibu kota negara dipindahkan sementara ke Yogyakarta akibat Agresi Militer Belanda I. Setelah mendengarkan penjelasan sejarah, para siswa diajak berkeliling melihat ruang pameran koleksi istana serta mengunjungi ruang perpustakaan.
Kepala SMP Budya Wacana, Adhika Ayu Pratishita, S.Pd., M.A., menyampaikan bahwa kegiatan Outing Class ini tidak hanya bertujuan memperkaya wawasan sejarah siswa, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam membangun jejaring dengan berbagai stakeholder.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari ekspansi SMP Budya Wacana untuk membangun relasi dengan stakeholder terkait sebagai sarana penunjang ilmu pengetahuan dan peningkatan mutu pendidikan, sehingga SMP Budya Wacana dapat dikenal luas oleh publik, terutama di Kota Yogyakarta,” ungkap Adhika.
Setelah seluruh rangkaian tur edukasi selesai, para siswa kembali ke titik kumpul awal di sekitar kawasan GKI Ngupasan untuk menutup kegiatan sebelum dijemput oleh orang tua masing-masing dengan tertib.
Laporan: Angga R.N | Editor: Arya