Larang Tepuk Tangan, Petinggi Syuro Partai Masyumi: Itu Budaya Yahudi


Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi, Abdullah Hehamahua

PRANUSA.ID– Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi, Abdullah Hehamahua melarang kader Masyumi untuk melakukan tepuk tangan. Menurutnya hal itu merupakan budaya Yahudi.

Momen tersebut terjadi dalam Rapat Kerja Nasional DPP Partai Masyumi yang disiarkan kanal Youtube ‘Masyumi Memanggil’. 

Dalam tayangan itu, Anggota TP3 Laskar FPI tersebut awalnya berbicara soal sejarah dasar negara Indonesia yang menurutnya diperjuangkan oleh tokoh-tokoh Islam. Hehamahua pun mengklaim bahwa hal tersebut juga disetujui oleh Pemimpin Partai Katolik, Kasimo.

“Saudara-saudara, Presiden Jokowi, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Menko Polhukam, dengar, bahwa Partai Katolik dipimpin oleh Kasimo menerima Islam sebagai dasar negara,” tegas Abdullah Hehamahua.

Sejumlah kader Masyumi yang mendengar pernyataan tersebut lantas memberikan tepuk tangan.

Namun, Abdullah Hehamahua langsung meminta kader Masyumi agar tidak bertepuk tangan lantaran menurutnya hal itu adalah budaya Yahudi.

“Maaf, ciri Masyumi tidak ada tepuk tangan. Ciri Masyumi adalah takbir. Tepuk tangan adalah budaya Yahudi. Saya mohon betul, sesudah ini tidak ada lagi dalam acara-acara Masyumi tepuk tangan. Tapi ciri Masyumi adalah takbir,” pinta Hehamahua.

Tidak hanya melarang tepuk tangan, Abdullah Hehamahua dalam rapat tersebut juga meminta kepada kader Masyumi tidak membuka rekening di bank riba.

Menurut Abdullah Hehamahua, riba adalah alasan yang menyebabkan Indonesia tidak pernah berkah.

“Saya instruksikan warga Masyumi untuk tidak boleh punya rekening yang ribawi. Karena semua bank Indonesia masih tunduk pada BI, kita ambil yang paling minimal,” jelasnya.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

Berita Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Top