MPLS Ramah Anak, SMP Budya Wacana Gelar Kunjungan Edukatif ke Museum Benteng Vredeburg

pranusa.id July 17, 2026

YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2026 di SMP Budya Wacana Yogyakarta berlangsung dengan cara yang berbeda. Alih-alih hanya beraktivitas di dalam kelas, seluruh siswa dari kelas 7 hingga 9 diajak melakukan kunjungan edukatif ke Museum Benteng Vredeburg, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian MPLS yang sebelumnya telah diisi dengan berbagai materi, mulai dari penyuluhan Badan Narkotika Nasional (BNN), pengenalan fasilitas sekolah, hingga pengenalan berbagai kegiatan ekstrakurikuler.

Sejak pukul 07.00 WIB, para siswa telah berkumpul di depan gerbang museum. Setelah melakukan presensi dan mengikuti pembiasaan pagi berupa doa serta renungan bersama, siswa masuk ke area museum tepat pukul 08.00 WIB dengan didampingi wali kelas dan pengurus OSIS.

Di dalam museum, para siswa tidak hanya berkeliling, tetapi juga dibekali dengan Lembar Kerja (LK). Mereka ditugaskan untuk mengeksplorasi setiap ruangan diorama dan mencatat berbagai informasi sejarah yang tersaji. Setelah puas berkeliling, para siswa berkumpul kembali di depan museum untuk menuntaskan lembar kerja sembari beristirahat dan makan siang bersama.

Kepala SMP Budya Wacana, Adhika Ayu Pratishita, S.Pd., M.A., menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya mengusung tema “Rise and Shine”. Melalui tema tersebut, ia berharap nilai-nilai karakter tentang “kebangkitan” dan “menjadi terang” dapat diresapi dan diaplikasikan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.

“Makna ‘kebangkitan’ dan ‘menjadi terang’ merupakan bagian dalam pengembangan kehidupan para siswa sehingga selalu menjadi pergumulan yang terus dihidupkan oleh seluruh siswa,” ujar Adhika.

Ia menambahkan, konsep MPLS ramah anak yang edukatif dan informatif ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan sekolah. Hal ini dinilai efektif untuk membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah maupun lingkungan sekitar secara lebih menyenangkan.

Tepat pukul 11.00 WIB, rangkaian kunjungan museum berakhir. Para siswa kemudian dijemput oleh orang tua masing-masing di depan gerbang museum dengan tetap dalam pengawasan para wali kelas.

Laporan: Angga Riyon N. | Editor: Arya

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Dua Prajurit TNI Penyiram Air Keras Batal Dipecat, Menteri Pigai Dorong Pengacara Andrie Yunus Ajukan Kasasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Perkuat Operasi Terpadu Karhutla Kalbar, Kemenhut Gelontorkan DAK Rp5,5 Miliar
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Pemerintah menyiapkan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK)…
Jaga Stabilitas Harga, Bulog Pasok 110 Ribu Ton Beras ke Pasar dan Ritel Modern
JAKARTA, PRANUSA.ID — Perum Bulog menyiapakan pasokan sebanyak 110.000 ton…
AJMAN Kalbar Sebut Penanganan Kabut Asap Harus Berfokus pada Keselamatan dan Aktivitas Warga
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Pengurus Daerah (PD) Asosiasi Jurnalis Masyarakat…
Kabut Asap Meluas dan Lumpuhkan Aktivitas, AMAN Kalbar Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Dampak bencana kabut asap akibat kebakaran hutan…