Penyuluh Kehutanan dan Bakti Rimbawan Kembangkan Asap Cair Bahan Baku Disinfektan

Thom Sembiring April 10, 2020

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui para penyuluh kehutanan dan tenaga bakti rimbawan di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tabalong, membina para petani hutan untuk mengembangkan bahan baku disinfektan berupa asap cair.

Terdapat tiga Kelompok Tani Hutan (KTH) antara lain KTH Penepeh Lestari Desa Kaong Kecamatan Upau, KTH Sempaga Desa Burum Kecamatan Bintang Ara dan KTH Gunung Batuah Desa Santuun Kecamatan Muara Uya, yang ketiganya melaksanakan uji coba pembuatan asap cair dari cangkang kelapa sawit. Sebelumnya tiga KTH tersebut telah mendapat bantuan tungku pengolah asap cair dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan.

Gubernur Kalimantan Selatan melalui Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, berpesan kepada semua KTH yang memperoleh bantuan agar memacu produksi asap cair yang dapat digunakan sebagai bahan disinfektan untuk menangani merebaknya COVID-19 yang menimpa masyarakat akhir-akhir ini.

Menindaklanjuti hal tersebut KPH Tabalong menggandeng pihak swasta untuk mendatangkan cangkang kelapa sawit yang akan digunakan sebagai bahan baku asap cair. Atas bantuan dari PT. Astra Agro Lestari, setiap KTH mendapat 8 m³ cangkang kelapa sawit yang kemudian diolah menjadi asap cair.

Penyuluh Kehutanan KLHK yang juga pendamping KTH, Warlian menambahkan bahwa dengan penggunaan cangkang sawit memudahkan anggota KTH mendapatkan bahan baku tanpa harus menebang pohon, meskipun asap cair yang dihasilkan lebih sedikit yakni hanya 20-25 liter per hari.

“Meskipun lebih ekonomis dan ramah lingkungan, masih perlu diteliti lebih lanjut bagaimana efektifitas asap cair dari cangkang kelapa sawit sebagai bahan baku disinfektan,” ujar Warlian menambahkan.

Di tempat terpisah Tenaga Bakti Rimbawan KPH Tabalong, Erwin Halilintar menyatakan bahwa penggunaan cangkang kelapa sawit sebagai bahan baku asap cair merupakan hal yang baru, selama ini KTH hanya mengunakan kayu laban sebagai bahan baku pembuatan asap cair dengan produksi 30-40 liter asap cair setiap harinya.

Asap cair yang sudah diolah menjadi disinfektan selanjutnya disemprotkan ke desa-desa yang berada di Kabupaten Tabalong. Dalam pelaksanaannya, KPH Tabalong mengerahkan unit pemadam kebakaran untuk melakukan penyemprotan.(*)
__________

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Menkeu Purbaya Siapkan Tambahan Anggaran Daerah, Pengumuman Resmi Menunggu Restu Kepala Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pemerintah pusat telah selesai menghitung kebutuhan tambahan…
Pemerintah Integrasikan Program MBG dan Koperasi Desa untuk Bangun Ekosistem Pangan dari Tingkat Akar Rumput
BLORA, PRANUSA.ID — Pemerintah terus mematangkan langkah integrasi antara Program…
Hadirkan Dandhy Laksono di Perayaan HUT ke-42, GKJ Condong Catur Gelar Diskusi Publik “Reset Indonesia”
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Gereja Kristen Jawa (GKJ) Condong Catur menyelenggarakan…
Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Kenaikan Tukin Juga Sasar Guru, Dosen, dan Nakes di Wilayah 3T
JAKARTA, PRANUSA.ID — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan…
Tegaskan Komitmen Politik Nonblok, Prabowo: Indonesia Ingin Jadi Tetangga yang Baik bagi Semua Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menegaskan…