
JAKARTA, PRANUSA.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi menegaskan bahwa arah pemberantasan rasuah di masa depan sangat ditentukan oleh pembentukan karakter berintegritas melalui sektor pendidikan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara KPK Budi Prasetyo bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional di Jakarta pada Sabtu (2/5/2026).
“KPK memandang pendidikan sebagai soko guru integritas atau fondasi utama dalam membangun integritas generasi mendatang,” ujar Budi.
Lembaga antirasuah tersebut menilai bahwa penanaman nilai kejujuran secara berkelanjutan di lingkungan sekolah merupakan salah satu langkah strategis yang sangat vital.
“Upaya tersebut menjadi bagian dari tiga pilar pemberantasan korupsi, yakni pendidikan, pencegahan, dan penindakan,” tutur Budi.
Guna memperkuat kualitas pembelajaran moral tersebut, lembaga ini telah menerbitkan buku panduan antikorupsi yang kini sukses diintegrasikan ke dalam kurikulum mayoritas perguruan tinggi.
“Pendidikan antikorupsi juga menekankan sembilan nilai integritas, yakni jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras,” ungkap Budi.
Investasi jangka panjang di institusi pendidikan tersebut dinilai sebagai kunci utama untuk mencegah lahirnya para pelaku kejahatan kerah putih di masa mendatang.
“Dari ruang kelas, diharapkan tumbuh keberanian untuk jujur dan kebiasaan untuk menolak setiap bentuk penyimpangan,” pungkas Budi.
Laporan: Hendri | Editor: Michael