Pertanyakan Kejeniusan Jokowi, Rocky: Ngomong Saja Gugup dan Gagap

pranusa.id October 16, 2021

FOTO: Tokoh oposisi dan pengamat politik, Rocky Gerung.

PRANUSA.ID– Tokoh oposisi Rocky Gerung kembali menyinggung status ‘Presiden Jenius’ yang diberikan oleh profesor Singapura, Kishore Mahbubani kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia mengaku, ada anak-anak milenial Indonesia yang sedang berada di luar negeri mengajukan protes dan mempertanyakan di mana kejeniusan Jokowi. Hal tersebut ia ungkapkan saat mengisi diskusi daring yang digelar Kedai Kopi, Jumat (15/10/2021).

“Ini anak-anak milenial yang ngomong sama saya. Yang protes itu. Di mana jeniusnya Pak Jokowi? Membaca empat teks aja, gugup dan gagap,” kata Rocky Gerung.

Rocky juga mengungkapkan bahwa kaum milenial ini juga menganggap Presiden Jokowi sebagai pembohong dan tidak ada idenya yang bisa dipromosikan ke kalangan luar.

“Mereka anggap Presiden Jokowi itu pembohong. Mereka anggap bahwa nggak ada satu pun ide yang bisa mereka promosikan ke temen-temen mereka di luar negeri bahwa Indonesia itu maju,” jelas Rocky Gerung.

Rocky Gerung turut menceritakan dalam diskusi yang ia lakukan bersama para kaum milenial, mereka juga menyoroti situasi politik di tanah air akhir-akhir ini.

“Tadi malam saya udah dua hari ini diskusi degan kaum milenial. Bahkan ada yang dari Eropa, Australia, Amerika. Ada beberapa yang mempertanyakan apa sebetulnya yang terjadi di Tangerang sehingga mahasiswa dibanting,” ungkap Rocky.

Rocky mengatakan para milenial ini heran dengan diskusi politik di Indonesia yang dianggap tidak berkualitas.

“Kelompok milenial itu ingin agar diskusi politik di Indonesia seperti diskusi akademis di luar negeri. Seharusnya bisa bicara soal kesetaraan gender, demokrasi, hingga soal teknologi 5.0,” terangnya.

Menurut Rocky, diskusi para politikus di Indonesia seperti orang bodong. Mereka, sambung Rocky, menganggap para politikus seperti Puan Maharani hingga Ganjar Prabowo adalah orang bodoh.

“Bagi milenial itu orang bodoh. Demikian juga Puan. Mereka anggap ini orang nggak ngerti the grammar of bold politics, gender, democrazy,” tukas Rocky.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bedah Buku “Legislative Inaction”: Menyoroti Lemahnya Peran Legislatif di Indonesia
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Social Movement Institute (SMI) menggelar kegiatan bedah…
Kesaksian Dosen di Sidang MK: Gaji Pokok Di Bawah UMK, Hingga Terpaksa Jualan di Car Free Day
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kisah memilukan diungkapkan oleh Imam Ahmad, seorang…
Ketua Komisi VIII DPR RI Buka Peluang RUU Pidana LGBT, Sebut Perilaku Menyimpang sebagai Ancaman Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang…
Aksi “Ibu Berisik” di Bundaran UGM: Suarakan Persoalan Inflasi hingga Pajak Mencekik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Komunitas Ibu Berisik menggelar aksi damai dan…
Ribuan Pelayat Tuntut Balas Dendam ke AS dan Israel Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei
TEHERAN, PRANUSA.ID – Ribuan pelayat memadati upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi…