Prabowo: Jangan Mau Diajak Ikut Paham Radikal

pranusa.id June 9, 2022

Prabowo Subianto. (Kompas)

PRANUSA.ID– Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyinggung perihal fenomena radikal dan intoleran yang masih kerap terjadi di Indonesia. Ia menegaskan bahwa hal itu bisa memecah belah keutuhan bangsa.

Karena itu, Prabowo mengimbau semua pihak untuk mawas diri dari ajakan sekelompok orang yang terindikasi radikal dan intoleran.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan ceramah ilmiah di acara wisuda Universitas Pancasila, Jakarta pada Selasa 7 Juni.

“Jadi, jangan mau diajak yang radikal-radikalan. Semua agama mengajarkan kebaikan,” kata Prabowo, dikutip dari Warta Ekonomi.

Probowo juga mengaku prihatin melihat potensi perpecahan di kalangan anak bangsa. Sebab itu pihaknya meminta untuk selalu memegang teguh Pancasila.

“Kalau ada yang mengajarkan kebencian pasti niatnya lain. Jangan-jangan itu ada negara asing yang mau memecah belah bangsa. Bagi saya, Pancasila sudah terbukti pemersatu bangsa,” katanya.

Probowo kemudian mengutip seorang Profesor Hans Joachim Morgenthau tentang hubungan negara dan rakyat.

“Mereka mengatakan dalam hubungan antara negara yang berlaku adalah kekuatan atau power,” katanya lagi.

Prabowo Subianto juga memaparkan pendapat ahli sejarah Thucydides beberapa abad silam.

“Seperti kata ahli sejarah Thucydides, pada 2.500 tahun yang lalu bahwa the strong will do what they can, the weak suffer what they must (yang kuat akan melakukan yang dia mampu, yang lemah akan menderita oleh apa yang harus dideritanya),” tuturnya.

Di hadapan para wisudawan sejumlah civitas akademi, Prabowo turut menyinggung unsur militer sebagai salah satu kekuatan sebuah negara.

“Bangsa itu apakah mampu mengolah, me-manage (mengelola), mendirikan, dan melatih tentara yang baik. Kita punya kekayaan yang luar biasa, jadi kita perlu tentara yang baik,” ujar Prabowo Subianto.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…