
JAKARTA, PRANUSA.ID — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengimbau seluruh elemen bangsa untuk memperketat kewaspadaan terhadap ancaman radikalisme dan disintegrasi sosial yang berpotensi memecah belah keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Peringatan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara di Cimahi, Jawa Barat, sebagaimana dikutip pada Sabtu (31/10/2026).
Prabowo menggarisbawahi masih adanya kelompok-kelompok tertentu yang tidak menyukai ideologi Pancasila dan berupaya menggantinya dengan paham berbasis keagamaan, kesukuan, maupun rasial.
“Nilai-nilai yang kita ajarkan saya minta dipertahankan, nilai Pancasila, nilai kebangsaan, ya. Karena masih banyak kelompok-kelompok yang sesungguhnya tidak suka dengan Pancasila,” ujar Prabowo.
Prabowo menyoroti eskalasi konflik dan pertumpahan darah di tingkat geopolitik internasional yang acap kali dipicu oleh kelalaian para pemimpin dalam merawat keberagaman serta persatuan.
Oleh karena itu, ia meminta pihak-pihak yang sengaja memupuk niat memecah belah bangsa untuk segera menghentikan upayanya lantaran benteng pertahanan NKRI berdiri dengan sangat kokoh.
Selain isu ideologi dan persatuan, Kepala Negara memberikan teguran keras terhadap praktik korupsi masif serta penjarahan kekayaan negara oleh oknum-oknum bermental mafia.
Ia meyakini bahwa segala bentuk keserakahan yang merugikan perekonomian nasional dan merampas hak rakyat pada akhirnya akan menemui jalan kegagalan.
“Dan saya ingatkan mereka-mereka yang tidak setia kepada Pancasila, tidak setia kepada NKRI, atau mereka-mereka yang serakah, mereka-mereka yang bermental mafia yang tujuannya adalah merampok kekayaan negara, pasti akan gagal. Itu pelajaran ribuan tahun peradaban manusia. Yang jahat pasti akan kalah. Itu pasti. Tidak usah kita ragu-ragu, ya,” tegas Prabowo.
Melalui peresmian SMA Taruna Nusantara Cimahi tersebut, Prabowo menitipkan harapan besar agar lembaga pendidikan terus menjadi garda terdepan dalam menanamkan doktrin kebangsaan, kedisiplinan, serta nilai-nilai Pancasila kepada generasi penerus bangsa.
Laporan: Severinus | Editor: Arya