
JAKARTA – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didanai penuh dari uang pajak masyarakat kini tengah mendapat sorotan tajam dan evaluasi ketat dari pemerintah pusat.
Sebanyak 47 dapur umum atau Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di berbagai daerah terpaksa disuspensi atau dihentikan operasionalnya untuk sementara waktu.
Tindakan tegas tersebut diambil oleh otoritas terkait menyusul adanya temuan fatal berupa distribusi makanan yang sudah busuk dan tak layak konsumsi kepada para siswa.
Pemerintah menilai bahwa kelalaian dalam menjaga standar kebersihan dan kualitas bahan pangan ini sangat mencederai tujuan utama program untuk meningkatkan gizi anak.
“Kami tidak akan menoleransi kelalaian sekecil apa pun yang mengancam kesehatan anak-anak kita,” tegas perwakilan lembaga berwenang yang mengawasi jalannya program tersebut.
Menurut laporan hasil inspeksi di lapangan, puluhan dapur yang disuspensi tersebut terbukti melanggar standar operasional prosedur (SOP) terkait pengolahan dan penyimpanan makanan.
Akibat pelanggaran prosedur tersebut, paket bahan pangan yang didistribusikan ke sejumlah sekolah diketahui telah basi sebelum sempat dikonsumsi oleh para penerima manfaat.
“Langkah suspensi ini kami ambil sebagai bentuk pertanggungjawaban tegas karena program ini murni dibiayai oleh uang pajak rakyat,” lanjut pejabat tersebut memberikan klarifikasi.
Selama masa penangguhan, pemerintah akan melakukan audit investigasi dan sterilisasi secara menyeluruh terhadap seluruh rantai pasok di 47 fasilitas dapur yang bermasalah itu.
Para penyedia layanan juga diwajibkan untuk memperbaiki sistem manajemen mutu mereka secara total sebelum diizinkan kembali mendistribusikan paket makanan bergizi.
Kasus ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelola SPPG di daerah lain agar selalu mematuhi standar sanitasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Laporan: Severinus | Editor: Arya