Terdampak pandemi, Central Omega Ubah Strategi

Thom Sembiring August 31, 2021

Fasilitas smelter Central Omega

Pranusa.ID- PT Central Omega Resources Tbk menyebutkan pihaknya mesti mengubah strategi sebagai imbas penundaaan pembangunan smelter tahap 2 milik mereka di tengah pandemi. Salah satunya dengan melakukan perubahan strategi, di mana tahun lalu kandungan nickel content yang ada dalam produk mereka di kisaran 7%-8%, namun tahun ini mesti diturunkan.

“Sementara tahun ini memang agak turun sekita 6%, namun secara kuantitas jauh lebih tinggi,” ungkap Direktur Keuangan Central Omega, Feni Silviani Budiman dalam public expose yang digelar, Senin (31/8/2021).

Feni menjelaskan pandemi yang membuat mobilitas investor dan tenaga kerja dari luar negeri terbatasi, disebut menjadi tantangan. Meski demikian, hingga semester I 2021 berhasil merealisasikan penjualan feronikel Central Omega rata-rata sebesar 46,2 ribu ton. Diproyeksikan hingga akhir tahun perusahaan dapat menjual 108 ribu ton feronikel.

Sementara itu penjualan bijih nikel sendiri mencapai 439 ribu ton dari proyeksi penjualan tahun ini sebesar 1,1 juta ton. Target tahunan ini terdiri dari penjualan eksternal sebesar 960 ribu ton dan sisanya untuk penjualan internal memenuhi kebutuhan smelter. Sepanjang tahun 2020 lalu perseroan merealisasikan penjualan 89 ribu ton feronikel dan 593 ribu ton bijih nikel.

Terkait kelanjutan pembangunan smelter tahap dua, Feni menyebut tidak akan merealisasikan di tahun ini. Pihaknya masih menunggu situasi pandemi memungkinkan pihak mitra dari China dapat datang ke lokasi proyek bernilai USD 500 juta tersebut di Kabupaten Morowali Utara.

Direktur Central Omega, Andi Jaya menambahkan pihaknya telah menuntaskan persetujuan feasibility study hingga izin lingkungan, meski pembangunan smelter tahap 2 milik mereka mesti terhenti karena pandemi.

“Untuk bisa membangun smelter tahap 2 kita sebenarnya sudah punya izin yang cukup. Untuk tahap 2 diperkirkaan 70 hektar” ujar Andi.

Andi menjelaskan bahwa lahan tersebut sudah dikuasai dan sebagian besar sudah cut and fill. Terkait izin konstruksi, pihaknya mengaku menunggu situasi pandemi memungkinkan kehadiran Tenaga Kerja Asing yang memang dibutuhkan untuk pembangunan smelter berkapasitas 220 ribu ton ini.

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Ruben Onsu Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Investasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menetapkan artis…
Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Gempa Sikka di Stadion Samador, Minta Bantuan Jangkau Wilayah Terisolasi
MAUMERE, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming meninjau…
Atasi Bencana Gempa Flores, Pemprov NTT Kelola Dana Bantuan Rp4,35 Miliar dan Kucurkan Logistik
ENDE, PRANUSA.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan…
Bank NTT Cabang Ende Salurkan 100 Paket Sembako dan Terpal untuk Korban Gempa Flores
ENDE, PRANUSA.ID — Gelombang kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana gempa…
Peringati HUT ke-78 dan Menuju Dasawindu 2028, SMA Kolese De Britto Resmi Buka PSB TA 2027/2028
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Bertepatan dengan peringatan HUT ke-78 SMA Kolese…