Tren Pembangunan Berkelanjutan, Medco Prioritaskan ESG Dalam Bisnis


Pranusa.ID – Berkembangnya kesadaran akan ESG (Environmental, Social and Good Governance) atau atau Tata Kelola Lingkungan, Sosial, dan Perusahaan telah mewarnai dunia bisnis secara global. ESG dinilai penting dalam upaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

PT Medco Energi Internasional Tbk (Medco) sebagai perusahaan energi yang fokus pada eksplorasi dan produksi migas pun menjadikan ESG sebagai salah satu prioritas dalam operasi bisnisnya.

“ESG sudah jadi priority kita. Investor mulai melihat ESG masuk ke South East Asia,” ungkap VP Corporate Planning & Investor Relations Medco, Myrta S. Utami dalam Company Update Presentation IPA Convex 2021, Rabu (1/9/20210).

Myrta menjelaskan bahwa ESG sudah diterapkan dan disampaikan dalam laporan berkelanjutan perusahaan. Medco disebut telah melaporkan capaian mereka.

Dalam laporan keberlanjutan Medco 2020, terdapat tiga pilar keberlanjutan yang diarusutamakan. Meliputi pilar kepemimpinan dari dan oleh pekerja, pengembangan sosial dan lingkungan hidup, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Dalam laporan kinerja keberlanjutan, beberapa capaian Medco di antaranya terkait peran tanggap Covid-19, tata kelola yang berkualitas dengan raihan 6 sertifikasi ISO 37001:2016 untuk Procure-to-pay (P2P) di beberapa blok migas Medco, serta meluncurkan revisi pedoman etika bisnis.

Dalam pengembangan Sumber Daya Manusia perusahaan berinvestasi hingga US$2,4 juta untuk pengembangan, mendorong peningkatan kesehatan dan keselamatan kerja, pengembangan komunitas lokal hingga manajemen lingkungan. Poin akhir ini mendorong penurunan intensitas emisi GRK scope 1 sebesar 12 persen dari tahun 2018-2020 dalam operasi migas.

Terkait arah investasi, Myrta mengaku bahwa Medco sejatinya sudah bergerak dalam investasi hijau. Meski demikian kajian lebih lanjut disebut akan dilakukan.

Myrta menambahkan beberapa wujud komitmen mendukung energi ramah lingkungan misalnya dilakukan lewat bisnis listrik Medco. Hingga kuartal pertama tahun ini misalnya Medco berhasil realisasikan 32 persen dari 666 GWh penjualan listrik mereka.

Kerja sama dengan mitra strategis untuk mendukung agenda ini juga dilakukan. Seperti halnya sinergi Medco Kansai Electric Power Company dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga gas. Selain itu, Medco juga mendorong pembangunan fasilitas photovoltaic (PV) atau panel surya berkapasitas 26 MWp di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Proyek terakhir ini diharapkan beroperasi secara komersial pada kuartal I tahun mendatang.

Dalam merespon isu perubahan iklim, Medco menurut Myrta juga turut melaporkan emisi karbon mereka sesuai standar internasional yang berlaku.

“Cukup penting, supporting menuju climate change, kita saat ini menjadi member dari Carbon Disclosure Project (CDP) untuk mulai melaporkan dengan TFCD (Task Force on Climate-Related Financial Disclosures) standart,” ujarnya.

Kinerja dan Proyeksi Terkini

Terkait dengan kinerja operasi tahun ini, Medco menyebut dalam rangka mengantisipasi permintaan pasar yang belum sepenuhnya pulih di tahun ini, target produksi minyak dan gas diperkirakan pada level 95 ribu BOEPD.

“Arahan produksi 2021, Kita akan berada di level 95 ribu BOEPD. Ini mengantisipasi bahwa demand yang mungkin belum fully recovered,” jelas Myrta.

Myrta menyebut bahwa hingga kuartal pertama tahun ini, pihaknya telah merealisasikan 101 BOEPD yang disebut sudah lebih membaik. Selain itu harga komoditas juga dilihat makin membaik.

Pihaknya menjelaskan secara panduan keuangan tahun ini, realisasi modal kerja relatif masih sedikit. Meski belum sesuai ekspektasi, disebut tahun ini Medco menyiapkan US$ 215 juta untuk kebutuhan bisnis migas dan kelistrikan.

“Untuk opex (Belanja operasional) kita akan targetkan oil and gas cost tetap berada di bawah 10 dolar per BOEPD,” jelasnya.

Sepanjang tahun ini, Medco secara garis besar akan tetap fokus untuk disiplin dari melakukan investasi dan mengelola portofolio bisnisnya. Selanjutnya akan lebih arif dalam mengelola likuditas perusahaan serta mempertahankan biaya produksi migas di bawah US$ 10.

Terait fokus, Medco mengaku akan mengawal proyek pembangkit kelistrikan di Riau dan pengembangan dari temuan eksplorasi di Natuna serta temuan eksplorasi untuk pengembangan energi panas bumi di Ijen.

Myrta menyebut, pihaknya juga akan melakukan pembaharuan terhadap target ESG yang dimiliki.

“Tahun ini kita akan berencana untuk memperbaharui kita punya ESG target dan juga energy transition target. Tentunya dari sisi liability kita terus berkomitmen repay debt quarter on quarter (pembayaran hutang dari kuartal ke kuartal),” ujarnya.

Berita Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Top