Zulhas: Presiden Jokowi akan Kumpulkan Ketum Partai Bahas Ganjar Capres

pranusa.id April 27, 2023

FOTO: Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) dan Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan

PRANUSA.ID — Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan mengumpulkan para ketua umum (ketum) partai politik koalisi pemerintah untuk membahas dinamika politik terbaru, salah satunya terkait pencapresan Ganjar Pranowo.

“Nanti kita akan kumpul. Mudah-mudahan nanti cari waktu yang tepat, Bapak (Jokowi) akan mengumpulkan ketua-ketua umum partai untuk silaturahim,” kata Ketum PAN Zulkifli Hasan usai bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (26/4).

“Ya (bahas pencapresan Ganjar), ini kan ketemuan,” ujar Menteri Perdagangan tersebut.

Namun, Zulhas tidak mengungkapkan kapan pertemuan tersebut akan digelar.

Ia mengatakan, pertemuan ketum parpol koalisi pemerintah tersebut akan digelar usai Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari PAN, PPP, dan Partai Golkar bertemu pada Kamis (27/4).

“Besok KIB (bertemu). Habis itu tadi Bapak juga mengundang ketum partai untuk ngopi bareng,” ujarnya. (*)

Penulis: Srilinus Lino
Editor: Severinus THD

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Pembahasan RUU Pemilu Memanas, Ketum Golkar Bahlil Lahadalia Usul Ambang Batas Parlemen 5 Persen
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengakui…
Tokoh Muda Sebut Kedatangan Jokowi Membawa Harapan Baru Bagi Warga Palue
SIKKA, PRANUSA.ID — Tokoh muda asal Palue sekaligus advokat di…
Puluhan Tahun Krisis Air Bersih, Warga Pulau Palue NTT Andalkan Air Hujan dan Penyulingan Uap
SIKKA, PRANUSA.ID — Sebanyak sepuluh ribu jiwa warga yang mendiami…
AHY Soroti Lonjakan Urbanisasi 2045, Desak Pembangunan Perkotaan Tangguh dan Ramah Lingkungan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan…
Usut Dugaan Mahasiswa Titipan Jalur Mandiri Unsoed, KPK Periksa Tiga Wakil Rektor
JAKARTA, PRANUSA.ID — Praktik pungutan liar dan penipuan dalam penerimaan…