Rayakan HUT ke-79, PMKRI Yogyakarta Gelar Forum Sarasehan Kebangsaan

pranusa.id June 2, 2026

YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Yogyakarta Sanctus Thomas Aquinas menggelar forum Sarasehan Kebangsaan guna memperingati hari ulang tahun atau Dies Natalis perhimpunan yang ke-79.

Agenda strategis tersebut dilangsungkan dengan penuh khidmat di markas pergerakan Margasiswa PMKRI Cabang Yogyakarta pada hari Rabu (27/5/2026).

Forum diskusi kali ini secara khusus mengangkat rumusan tema besar bertajuk “Mengintegrasikan Kebijakan Negara, Nalar Kritis Masyarakat, dan Suara Kenabian Gereja”.

Pengangkatan tema tajam tersebut bertujuan untuk memantik kembali insting kepekaan sosial sekaligus mematangkan kesiapan generasi muda dalam merespons kerasnya tantangan kebangsaan di masa depan.

Agenda sarasehan ini menghadirkan dua tokoh pembicara utama yang membedah karut-marut persoalan bangsa dari kacamata moral keagamaan serta tata kelola kepemimpinan publik.

Tampil pada sesi pertama adalah Romo Martinus Joko Lelono Pr yang membawakan orasi sub-tema bertajuk “Iman yang Berisik: Menolak Netralitas di Tengah Penindasan dan Ketidakadilan Sosial”.

Dalam paparan kritisnya, sang pemuka agama secara tajam menyoroti paradoks demokrasi dalam pemilihan kepala negara yang kerap berbenturan dengan realitas kepemerintahan yang masih meminggirkan kaum lemah.

“Banyak masalah di negara ini yang tidak pernah terselesaikan dengan baik dan hilang begitu saja seperti angin lalu,” ujar Romo Joko.

Beliau menginstruksikan agar seluruh elemen kehidupan sosial Gereja tampil lebih peka terhadap isu tanah air dan berani berdiri di garda paling depan untuk membela kelompok marginal.

Sang rohaniwan juga tak luput mendesak kaum muda untuk lebih bijaksana dan tidak apatis dalam menentukan arah pilihan pada pergelaran Pemilu 2029 mendatang.

Estafet diskusi kemudian dilanjutkan dengan sesi refleksi pergerakan yang dipimpin langsung oleh Anggota Ombudsman Republik Indonesia Robert Na Endi Jaweng.

Tokoh birokrat nasional tersebut memberikan testimoni kuat bahwa wadah PMKRI Yogyakarta merupakan kawah candradimuka yang paling tepat untuk mengasah insting kepemimpinan mahasiswa Katolik di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ia menuntut adanya sinergi yang lebih masif antara barisan kader aktif dengan para purnawirawan alumni guna memperluas jejaring kekuatan demi melahirkan calon pemimpin yang berintegritas.

Menatap ganasnya tantangan peradaban, Robert mendesak agar arah gerak PMKRI ke depan menjadi lebih sensitif terhadap silang sengkarut isu daerah, nasional, maupun geopolitik global.

“Demi menyambut 100 tahun Indonesia Emas 2045 agar tidak menjadi ‘Indonesia Cemas’, kader PMKRI dan seluruh anak muda harus mempersiapkan kompetensi diri mulai dari sekarang,” tegas Robert.

Forum yang diwarnai oleh dialektika tajam dari para peserta tersebut akhirnya ditutup dengan kesepakatan komitmen pembaruan gerakan perhimpunan.

Melalui momentum Dies Natalis ke-79 ini, PMKRI Cabang Yogyakarta bersumpah untuk terus konsisten mempertahankan marwahnya sebagai pabrik pencetak kader kritis bersuara kenabian demi kemaslahatan bangsa.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Dua Prajurit TNI Penyiram Air Keras Batal Dipecat, Menteri Pigai Dorong Pengacara Andrie Yunus Ajukan Kasasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Perkuat Operasi Terpadu Karhutla Kalbar, Kemenhut Gelontorkan DAK Rp5,5 Miliar
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Pemerintah menyiapkan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK)…
Jaga Stabilitas Harga, Bulog Pasok 110 Ribu Ton Beras ke Pasar dan Ritel Modern
JAKARTA, PRANUSA.ID — Perum Bulog menyiapakan pasokan sebanyak 110.000 ton…
AJMAN Kalbar Sebut Penanganan Kabut Asap Harus Berfokus pada Keselamatan dan Aktivitas Warga
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Pengurus Daerah (PD) Asosiasi Jurnalis Masyarakat…
Kabut Asap Meluas dan Lumpuhkan Aktivitas, AMAN Kalbar Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Dampak bencana kabut asap akibat kebakaran hutan…