Barang Bukti 5 Kg Sabu dari Malaysia Dimusnahkan Polda Kalbar

pranusa.id October 8, 2022

Ilustrasi: Jenis-jenis narkoba.

PRANUSA.ID– Polda Kalimantan Barat (Kalbar) memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat lima kilogram dan dua kilogram ganja. Narkoba itu disita hasil pengungkapan kasus penyelundupan sabu dari Malaysia melalui perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau, pada 24 September 2022 lalu.

“Pemusnahan ini kami lakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan sudah disisakan seperlunya untuk proses hukum selanjutnya,” kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Raden Petit Wijaya di Pontianak, Jumat (7/10/2022).

Dalam kasus itu, polisi telah menetapkan empat tersangka. Para tersangka di antaranya MD (33), warga Desa Lubuk Sabuk, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau yang berperan sebagai pengendali; kemudian YS (38) warga Desa Sosok, Kecamatan Tayan, Kabupaten Sanggau, sebagai kurir.

Kemudian tersangka Ef (27) warga Kota Pontianak, sebagai kurir ganja sebanyak dua kilogram dengan pengendali yang juga MD, sehingga tersangka MD ini terlibat dalam dua kasus, yakni kasus barang bukti sabu lima kilogram dan ganja kering dua kilogram.

“Dari hasil pemeriksaan, peran tersangka AB yakni mengambil barang haram itu dengan melalui jalan tikus (jalan tidak resmi) di daerah Lubuk Sabuk kepada seseorang DPO di Malaysia,” katanya.

Kemudian, tersangka AB yang menyerahkan sabu kepada tersangka YS dengan tempat kejadian perkara di sebuah rumah yang terletak di Balai 2 Kecamatan Balai Karangan, Kabupaten Sanggau, dan satu lagi tersangka warga negara Malaysia yang juga DPO (daftar pencarian orang) pihak kepolisian di Malaysia.

Dia menambahkan, untuk TKP penangkapan tersangka EF, yakni saat berada di satu kios Studio Foto Bara Fotografi di Jalan Dr Wahidin, Komplek Batara Indah 1,Kelurahan Sungai Jawi Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak pada 24 Oktober 2022.

Keempat tersangka diancam Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 111 ayat (2) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat penjara lima tahun, dan paling lama 20 tahun, dan pidana mati.

Laporan: Severinus THD

Editor: Jessica C.

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
OTT KPK di Klaten: Bupati Hamenang Diduga Pakai Uang Fee Proyek Rp2 Miliar untuk Bayar Utang Pilkada
JAKARTA, PRANUSA.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Bupati Klaten…
Sawah Tertimbun Proyek Jalan Ende–Wolowaru, Amatus Minta Ganti Rugi Rp150 Juta ke PT BCTC
ENDE, PRANUSA.ID — Perjuangan seorang warga Kabupaten Ende dalam menuntut…
Tanpa Ganti Rugi, Proyek Preservasi Ruas Jalan Ende – Wolowaru Meninggalkan Duka Bagi Petani di Desa Dile
ENDE, PRANUSA.ID — Proyek preservasi ruas jalan Ende–Wolowaru di KM…
Teras Narang Desak Penanganan Cepat dan Penegakan Hukum Karhutla
PALANGKA RAYA, PRANUSA.ID— Anggota DPD RI daerah pemilihan Kalimantan Tengah,…
Jangkar Nusantara Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional di Kalimantan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Gerakan Jangkar Nusantara mendesak pemerintah segera menetapkan…