Satu Anak di Sintang Meninggal Dunia Akibat Terseret Arus Banjir Bandang | Pranusa.ID

Satu Anak di Sintang Meninggal Dunia Akibat Terseret Arus Banjir Bandang


Ilustrasi: Korban tenggelam.

PRANUSA.ID– Satu anak berusia 7 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat kejadian banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Desa Kemantan, Kecamatan Sepauk, wilayah Sintang Kalimantan Barat pada Jumat (4/2/2022) pagi.

Berdasarkan keterangan dari Kapolsek Sepauk, Ipda Heru Woldy, korban sempat dipegang oleh Ayahnya yakni Sukan. Akan tetapi, derasnya air banjir ditambah material longsor berupa tanah dan batu, menyebabkan pegangannya terlepas dan akhinya korban hanyut terbawa banjir.

“Sukan dan istrinya selamat, karena tersangkut kayu, namun mengalami luka berat, kemudian dibawa ke Rumah Sakit di Sintang. Sedangkan anaknya ditemukan telah meninggal dunia saat dilakukan penyisiran sepanjang aliran Sungai Muran, sekitar 800 meter dari rumahnya. Pada saat ini sudah dimakamkan,” ungkap Ipda Heru Woldy.

Selain menyebabkan satu anak meninggal dunia, banjir tersebut juga menyebabkan jembatan utama desa tersebut terputus. Beberapa unit motor juga dikabarkan ikut hanyut terbawa arus banjir meski 18 di antaranya berhasil ditemukan. Sementara itu, tanah longsor yang terjadi secara bersamaan menyebabkan sebanyak 15 unit rumah semi permanen ambruk.

“Saat ini warga yang rumahnya rusak terkena banjir dan longsor sedang ditampung di rumah-rumah warga sekitarnya. Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya dalam penanganan bencana yang terjadi,” pungkas Ipda Heru Woldy.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

Berita Terkait

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Top