Sutarmidji Sebut Butuh Rp6,3 Triliun untuk Perbaiki Seluruh Jalan Kalbar

pranusa.id February 5, 2021

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji. (TRIBUN)

PRANUSA.ID — Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji atau yang lebih akrab disapa Midji mengaku masih optimis bisa mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalbar.

Hal itu disampaikannya usai menggelar Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kalbar tahun 2022 secara daring, Kamis (4/2/2021).

“Misalnya seperti IPM (indeks pembangunan manusia) di bidang kesehatan, pendidikan, insfrastruktur itu penting, kemudian sektor penunjang ekonomi lainnya,” kata Midji.

Midji mengaku awalnya hendak mencapai 100 persen RPJMD karena data yang ada menunjukkan 80 persen kondisi jalan bisa dijadikan sebagai jalan provinsi. Namun, faktanya hanya 49 persen jalan yang bisa.

“Itulah yang membuat kita berat dengan kondisi jalan mantap beralih ke jalan negara dan jalan kabupaten yang masih kondisi tanah menjadi jalan provinsi,” jelas Midji.

Meski kebijakan itu membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar kewalahan, namun Midji mengatakan untuk jalan di daerah atau provinsi lain sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda).

Perda itulah yang kemudian melarang perusahaan sawit dan tambang melalui jalan provinsi. Hal ini dilakukan agar jalan provinsi tetap terjaga. Untuk itu, perusahaan tersebut harus melalui jalur yang berbeda.

“Karena bisa menghancurkan jalan. Kadang muatannya tidak sesuai yang harusnya 8 ton tapi muatannya bisa lebih 15 ton. Itu beton juga bisa amblas,” tukas Midji.

Lebih lanjut, Midji mengungkapkan besar anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki keseluruhan infrastuktur jalan di Kalbar adalah Rp6,3 triliun.

Sementara, Midji menyatakan bahwa kemampuan anggaran maksimal selama lima tahun menjabat hanya Rp3 triliun. Untuk itu, anggaran itulah yang akan dimaksimalkan nantinya.

“Kita juga kolaborasi bersama TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan Polri (Kepolisian RI) membuka jalan perawas Kayong Utara -Pontianak. Nantinya bisa ditempuh hanya 6-7 jam saja,” ujar dia.

Menurutnya, semua itu bisa dengan mudah dicapai selama datanya sesuai. Maka dari itu, ia meminta agar keseluruhan data diperbarui dan disesuaikan dengan fakta pada lapangan yang ada di Kalbar.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemprov Kalbar mengalami defisit anggaran sebesar Rp691 miliar di awal ia dan Wakil Gubernur Ria Norsan menjabat. Ini yang kemudian membuat pembangunan jalan lalu tertunda.

“Alhamdulillah sudah kita selesaikan tapi dengan membatalkan pembangunan beberapa jalan yang sudah direncanakan dan membayar yang menjadi kewajiban kita terhadap wilayah tingkat dua,” tuturnya.

Penulis: Pss
Editor: Crn

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…