AKR Corporindo Laporkan Pertumbuhan Laba Neto Rp 550 miliar, JIIPE Gresik Berkembang


Haryanto Adikoesoemo (Kiri) selaku Presiden Direktur AKR Corporindo Tbk mendampingi Menteri ESDM, Arifin Tasrif (Kanan). Dok. Ist

Pranusa.ID- PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), distributor BBM, bahan kimia dasar serta penyedia jasa logistik & supply chain di Indonesia memaparkan capaian kinerja mereka dalam Public Expose Live 2021 yang digelar, Rabu (8/9/2021). Dalam kesempatan ini AKRA menyampaikan keberhasilan mencatat pertumbuhan laba neto 28% mencapai Rp550 miliar setelah tumbuh 30% di 2020.

Presiden Direktur AKRA, Haryanto Adikoesoemo menyatakan segmen perdagangan distribusi dan peningkatan kontribusi JIIPE menjadi faktor utama pertumbuhan.

“AKR berhasil menjaga pertumbuhan pendapatan dan laba yang positif di tengah pandemi. Kami terus mempertahankan pengendalian biaya yang ketat, mengelola risiko dan terus mengirimkan produk esensial BBM dan bahan kimia ke pelanggan kami dengan mempertahankan protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya.

Haryanto menyebut 4 strategi pertumbuhan utama antara lain pertumbuhan perdagangan & distribusi, Ekspansi Ritel & Avtur bersama BP, kawasan KEK JIIPE Gresik yang semakin menunjukkan peningkatan minat investor serta kesiapan masuk ke bisnis energi bersih dan terbarukan.

AKRA juga melihat proyeksi yang positif pada segmen perdagangan dan distribusi sejalan dengan perbaikan ekonomi, peningkatan aktivitas pertambangan serta hilirisasi, dan ekspansi kimia dasar. Proyeksi segmen BBM juga positif seiring dengan berkembangnya industri pertambangan, perkebunan, dan segmen ritel.

Selanjutnya untuk segmen kimia dasar juga mencatat pertumbuhan dengan adanya perbaikan ekonomi makro, terutama dari industri rayon dan smelter alumina. Sebagai salah satu sektor kritikal, AKRA tetap harus beroperasi dengan prosedur kesehatan yang ketat. Strategi Perseroan untuk beradaptasi dengan era New Normal antara lain adalah menjaga keamanan dan kesehatan pekerja, investasi upgrade platform IT, pengelolaan modal kerja, dan pengendalian biaya yang ketat.

Profit AKRA sendiri disebut akan terus tumbuh seiring dengan peningkatan kontribusi KEK JIIPE Gresik terhadap pendapatan konsolidasi. Perseroan melihat proyeksi yang positif pada permintaan lahan di JIIPE berdasarkan beberapa faktor, yaitu Siklus manufaktur Indonesia, Status KEK yang diperoleh, dan Ekosistem yang terbentuk dengan adanya smelter tembaga.

Haryanto menekankan prospek JIIPE ke depan akan berkembangan seiring kegiatan investasi yang menunjukkan perkembangan signifikan.

“Kami melihat peningkatan minat investor terhadap fasilitas, konektivitas, dan benefit serta insentif yang diberikan KEK JIIPE Gresik. Di antaranya adalah dengan masuknya pembangunan smelter tembaga dan kilang logam mulia di JIIPE. Baru saja kami menandatangani permintaan tambahan sewa lahan laydown area dan fasilitas pelabuhan. Proyek smelter ini membutuhkan infrastruktur pendukung khusus termasuk listrik, air dan pengolahan limbah, Jalur Konveyor dan pipa serta Dermaga,” jelasnya.

AKRA juga mencatat posisi keuangan yang kuat dengan total asset mencapai Rp20 Triliun, dengan rasio net gearing yang sehat di 0,11x per 30 Juni 2021. Total hutang turun 16,5% mencapai Rp3,3 Triliun dari Rp3,9 Triliun pada tahun buku 2020. Perseroan sendiri berhasil mencetak pertumbuhan pada indikator keuangan termasuk kas neto dari operasi yang mencapai Rp1,6 Triliun.

Sebagai komitmen kepada pemegang saham dan bagian dari tata kelola perusahaan yang baik, Perseroan menjaga rasio pembayaran dividen rata-rata di atas 50% selama 5 tahun terakhir. Perseroan telah membayar dividen interim sebesar Rp237 Miliar untuk kinerja semester 1 tahun 2021. Komitmen ESG tetap menjadi prioritas AKRA untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab

Berita Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Top