AS dan Eropa Resesi, Sri Mulyani Tetap Optimis Ekonomi RI Tumbuh | Pranusa.ID

AS dan Eropa Resesi, Sri Mulyani Tetap Optimis Ekonomi RI Tumbuh


FOTO: Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani. (Dok. Pikiran Rakyat).

PRANUSA.ID– Ekonomi nasional selama Juli – September 2022 diperkirakan akan tumbuh di atas 5,5% secara year on year (yoy). Capaian yang sangat tinggi dibandingkan banyak negara yang kini ekonominya turun bahkan jatuh ke jurang resesi seperti Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

“Pertumbuhan ekonomi kita kuat di kuartal III berharap di atas 5,5% dan di kuartal IV harus waspada tren pelemahan ekonomi dunia,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Webinar yang diselenggarakan PT PLN Persero, Rabu (26/10/2022).

Sumber pertumbuhan ekonomi terbesar adalah ekspor, didorong oleh tingginya harga komoditas utama, seperti batu bara, nikel, bauksit, hingga minyak kelapa sawit.

Berdasarkan data BPS, neraca perdagangan Indonesia pada September 2022 kembali mencatat surplus, yakni 4,99 miliar dolar AS. Kinerja positif tersebut melanjutkan surplus neraca perdagangan Indonesia sejak Mei 2020.

Neraca perdagangan Indonesia pada Januari-September 2022 secara keseluruhan mencatat surplus 39,87 miliar dolar AS, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun 2021 sebesar 20,71 miliar dolar AS.

“Ini memberikan daya tahan yang relatif lebih baik saat dunia mengalami perubahan, terutama dari kebijakan AS,” jelasnya.

Sumber lainnya adalah dari konsumsi rumah tangga dan investasi. Seiring dengan membaiknya mobilitas masyarakat imbas terkendalinya pandemi covid-19. Pemerintah juga menjaga inflasi agar konsumsi dapat terus tumbuh ke depannya.

“Pilihannya tak selalu mudah dari seluruh dunia. Antara memproteksi masyarakat, daya beli di sisi lain pressure yang berjalan ekstrem di dunia menimbulkan pilihan yang tidak mudah,” pungkasnya.

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

Berita Terkait

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Top