Ekonom: Gen Z Punya Tabungan Rp5 Miliar, tapi Enggan Beli Rumah | Pranusa.ID

Ekonom: Gen Z Punya Tabungan Rp5 Miliar, tapi Enggan Beli Rumah


Ilustrasi Gen Z

PRANUSA.ID — Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (Indef) melihat minimnya minat investasi anak muda di sektor properti. Padahal, Generasi Z diklaim memiliki tabungan menumpuk Rp2-5 miliar di perbankan.

Head of Center of Macroeconomics and Finance INDEF M. Rizal Taufikurahman mengatakan kondisi ini mestinya menjadi dorongan untuk para stakeholder properti guna menyasar segmen tersebut.

“Generasi ini juga perlu mendapatkan penjelasan mengenai investasi tidak hanya di sektor komoditi tapi juga di sektor properti, sehingga bisa lebih produktif,” kata Rizal dalam acara ’99 Group Property Outlook 2023′, dikutip Jumat (20/1/2023).

Menurutnya, dana tabungan generasi Z yang mengendap di setiap perbankan bisa mencapai Rp400 triliun. Cukup banyak yang memiliki tabungan Rp500-1 miliar, namun saat ini didominasi oleh Rp2-5 miliar dan lebih.

“Artinya itu disimpan, karena orang kalau simpan uang segitu ya hanya untuk diamankan, kalau untuk di investasi itu kan jauh lebih produktif,” ujarnya.

Berdasarkan data Indef, indeks keyakinan konsumen (IKK) masih terus meningkat sering kondisi perekonomian yang semakin pulih. Adapun, per Desember 2022, IKK mencapai 119,22 persen.

Jika dilihat dari IKK per kelompok usia, rentan usia 20-30 tahun memiliki keyakinan lebih tiggi sebesar Rp122,2 persen dibandingkan dengan kelompok usia lain.

“Kalau dilihat indeks keyakinan konsumen, kami punya survei untuk beberapa komoditas masih positif. Indeks ekonomi juga masih optimis,” jelasnya.

Di sisi lain, 99 Group melalui platform Rumah123.com melihat adanya tren pergeseran usia konsumen. Hal ini terlihat dari pencari properti yang didominasi generasi muda.

Pencari properti berumur 18-24 tahun berkontribusi sebesar 22 persen, sedangkan rentan usia 25-34 tahun berkontribusi sebesar Rp26,4 persen. Artinya, ada peningkatan kesadaran di usia muda akan pentingnya kepemilikan properti.

Sementara itu, rumah tapak masih menjadi tipe properti yang paling diincar oleh para pencari properti, dengan persentase 80 persen.

Preferensi harga properti dikisaran 400 juta mendominasi sebesar 23,1 persen. Diikuti oleh rumah dengan harga Rp1 miliar-Rp2 miliar sebesar 20 persen.

Namun jika dilihat berdasarkan perubahan proporsi sejak tahun 2021, terdapat peningkatan proporsi pada properti dengan harga yang lebih tinggi di atas Rp 1 miliar. (*)

Bisnis.com

Berita Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Top