Ekonom Nilai Misi Perdamaian Jokowi Dapat Tekan Efek Domino Inflasi Global | Pranusa.ID

Ekonom Nilai Misi Perdamaian Jokowi Dapat Tekan Efek Domino Inflasi Global


Presiden Joko Widodo (Jokowi).

PRANUSA.ID — Ekonom Universitas Jember Adhitya Wardhono menilai kunjungan Presiden Joko Widodo ke Ukraina dan Rusia dengan membawa misi perdamaian dapat menekan efek domino inflasi global akibat kenaikan tajam harga minyak dan gas dunia.

“Adanya misi damai yang dibawa oleh Presiden Jokowi akan berdampak pada perekonomian, baik dalam ruang lingkup global maupun domestik,” katanya dilansir Antara, Kamis (30/6/2022).

Menurutnya, perseteruan antara Ukraina dan Rusia yang telah berlangsung lama secara tidak langsung memberikan dampak pada perekonomian global termasuk Indonesia.

“Sebagai salah satu emerging markets terbesar di dunia yang memiliki hubungan baik dengan Rusia dan Ukraina, Indonesia tentunya menjadi harapan dan memiliki suara penting untuk dapat meredakan konflik yang tengah terjadi,” tuturnya.

Ia mengatakan Indonesia tidak hanya “independen”, tetapi juga tengah aktif terlibat untuk menegakkan dekolonisasi dan keadilan ekonomi yang menjadi salah satu visi dalam Gerakan Non-Blok.

Salah satu langkah keterlibatan Indonesia dalam agenda global tersebut diwujudkan dalam kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia untuk berdialog dan membuka celah perdamaian, agar ancaman krisis pangan global yang tengah melanda saat ini dapat dihindarkan.

“Ancaman krisis pangan global itu disebabkan oleh gangguan supply chain (rantai pasokan) dunia yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 dan diperparah oleh ketegangan yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina,” kata Adhitya Wardhono, Ph.D.

Di Indonesia, lanjut dia, gandum merupakan salah satu komoditas yang dipenuhi melalui impor dari negara lain, khususnya Ukraina. Selain itu, pupuk juga termasuk salah satu komoditas yang diimpor dari Rusia.

Apabila kunjungan Presiden Jokowi membuahkan hasil yang manis, menurut dia, paling tidak ada dampak tak langsung yang akan dirasakan oleh industri makanan, petani lokal, serta dapat meningkatkan koridor ekspor Indonesia.

Lebih dari itu, kredibilitas negara Indonesia juga dapat meningkat di mata dunia sehingga hal ini dapat menarik dan menambah kepercayaan investor baik lokal maupun asing.

“Kunjungan itu juga dapat menjadi momen untuk mempererat hubungan bilateral antara negara Indonesia dengan Rusia dan Ukraina, bahkan dapat meningkatkan posisi Indonesia secara internasional dan berdampak positif baik secara global maupun domestik bila berhasil,” ujarnya.

Dalam urusan diplomatik, lanjutnya, hubungan Indonesia dengan Rusia maupun Ukraina juga sangat baik. Apabila Indonesia mampu membawa perdamaian bagi Rusia dan Ukraina, maka diharapkan Indonesia juga mampu untuk meyakinkan negara-negara Barat untuk menghentikan segala sanksi terhadap Rusia dan menghentikan permainan war of attrition (perang terbatas). (*)

Berita Terkait

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Top