Ekonomi Indonesia Capai 5,11%, Wapres Tegaskan Inovasi Perusahaan Mainkan Peran Penting

pranusa.id May 8, 2024

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin. (Agung Pambudhy/detikcom)

Laporan: Marsianus N.N | Editor: Jessica C. Ivanny

PRANUSA.ID– Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia berhasil tumbuh hingga 5,11% pada kuartal I-2024. Angka ini menunjukkan kenaikan yang signifikan apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, persentase ekonomi tersebut merupakan yang tertinggi terhitung tahun 2019 silam.

Ketika ditanya awak media terkait hal ini, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin mensyukuri pencapaian tersebut dan menilainya bagus, karena Indonesia berhasil melampaui beberapa negara lainnya.

Menurut Amin, pertumbuhan ekonomi didukung oleh perusahaan-perusahaan yang terus berinovasi. Hal ini dikarenakan inovasi mampu menyokong perusahaan agar tetap dapat bertahan dan bersaing.

“Ini kan berkaitan dengan soal inovasi. Jadi, perkembangan-perkembangan ekonomi kita itu kan tergantung daripada perusahaan itu. Walaupun pertumbuhan baik, tapi kalau tidak melakukan inovasi, tidak ada kreativitas, dia mungkin akan tertinggal, akan tergusur,” jelasnya usai menghadiri acara Halalbihalal Idulfitri 1445 H Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl. Jendral Sudirman No. 86, Jakarta Pusat, Selasa (07/05/2024)

Ia pun berpesan kepada para pengusaha untuk selalu beradaptasi dan berinovasi.

“Oleh karena itu, kepada para pengusaha, supaya dia terus beradaptasi, melakukan inovasi. Ke depan memang investasi itu harus lebih banyak kepada yang bisa menampung tenaga kerja yang banyak, itu saya kira,” ujarnya.

Lebih lanjut, Amin mengatakan, sektor pertanian sejatinya adalah sektor yang memiliki potensi. Sehingga, ia berharap para pemuda Indonesia memiliki minat yang besar di bidang pertanian, yang kini sudah berkembang menjadi modern.

“Dan juga ada sektor yang sebenarnya besar, tapi memang belum tergarap dengan baik, itu sektor pertanian. Dan ini supaya bagaimana para pemuda kita supaya menjadi para petani, yang modern tentunya,” imbaunya.

“Karena itu, saya berharap tidak ada tanah yang tidur, tidak ada tenaga yang nganggur, jadi itu tenaga dioptimalkan,” tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bedah Buku “Legislative Inaction”: Menyoroti Lemahnya Peran Legislatif di Indonesia
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Social Movement Institute (SMI) menggelar kegiatan bedah…
Kesaksian Dosen di Sidang MK: Gaji Pokok Di Bawah UMK, Hingga Terpaksa Jualan di Car Free Day
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kisah memilukan diungkapkan oleh Imam Ahmad, seorang…
Ketua Komisi VIII DPR RI Buka Peluang RUU Pidana LGBT, Sebut Perilaku Menyimpang sebagai Ancaman Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang…
Aksi “Ibu Berisik” di Bundaran UGM: Suarakan Persoalan Inflasi hingga Pajak Mencekik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Komunitas Ibu Berisik menggelar aksi damai dan…
Ribuan Pelayat Tuntut Balas Dendam ke AS dan Israel Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei
TEHERAN, PRANUSA.ID – Ribuan pelayat memadati upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi…