Sri Mulyani Terus Kejar Utang BLBI Anak Soeharto

pranusa.id October 28, 2021

FOTO: Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani. (Dok. Pikiran Rakyat).

PRANUSA.ID– Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto dan Siti Hardianti Rukmana alias Tutut Soeharto diketahui masuk dalam daftar obligor dan debitur yang menjadi prioritas Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) untuk ditagih perihal utang sisa krisis moneter 1998.

Dua anak Soeharto tersebut pun dikabarkan telah memenuhi panggilan penagihan utang beberapa waktu lalu. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan sekaligus Ketua Pelaksana Satgas BLBI Rionald Silaban.

Ia mengatakan keduanya mengutus kuasa hukumnya untuk bertemu dengan Satgas. Rionald menuturkan pihaknya juga telah menyampaikan jumlah utang yang ditagihkan oleh negara termasuk tindakan yang akan dilakukan jika penyelesaian utang tersebut tidak bisa dilakukan secara sukarela.

“Kami sudah bertemu kuasanya dan satgas sudah menyampaikan apa yang akan dilakukan kepada yang bersangkutan mana kala penyelesaiannya tidak dapat dilakukan secara sukarela,” katanya, Rabu (27/10/2021).

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memang diketahui terus mengejar pengutang dana BLBI. Ia mengungkapkan, pemerintah masih harus terus menanggung bunga dan pokok utang sebagai akibat dari Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) pada tahun 1998 silam atau selama 22 tahun belakangan.

Adapun bantuan likuiditas itu digelontorkan Bank Indonesia untuk membantu perbankan Indonesia yang sekarat dalam krisis keuangan tahun 1997-1998.

Untuk mengurangi atau mengompensasi utang tersebut, akhirnya pemerintah mencari para obligor dan debitur yang terlibat menjadi penerima BLBI. Pemerintah meminta para obligor maupun debitur dari bank yang mendapat BLBI termasuk Tommy Soeharto dan Tutut mengembalikan utang.

“Jadi ini persoalan sudah lama, namun yang tadi disebutkan, kita masih harus menanggung biaya tersebut. Dan biaya tersebut yang sekarang ini kita coba melalui Satgas BLBI untuk diminimalkan atau dikurangi atau dikompensasi,” ungkapnya beberapa waktu lalu saat konferensi pers Pengamanan Aset Tanah dan Bangunan BLBI, Jumat (27/8/2021).

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Lantik DPD se-NTT di Labuan Bajo, Don Muzakir: Tani Merdeka Harus Jadi Mata dan Telinga Presiden
LABUAN BAJO – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia…
Gubernur Ria Norsan Canangkan Torasera Abdussalam Jadi Pusat Grosir Koperasi Desa se-Kalbar
KUBU RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) berencana…
SMA Kolese De Britto Jajaki Kerja Sama Digitalisasi dengan Universitas Ateneo de Davao Filipina
YOGYAKARTA – SMA Kolese De Britto Yogyakarta menerima kunjungan studi…
DPD RI Desak Pemerintah Selesaikan Konflik Papua Lewat Dialog dan Penguatan HAM
JAKARTA – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mendesak pemerintah untuk…
Dituduh Makar dan Propaganda, Peraih Nobel Perdamaian Narges Mohammadi Kembali Dipenjara di Iran
TEHERAN – Aktivis hak asasi manusia (HAM) terkemuka Iran sekaligus…
WhatsApp Image 2026-02-09 at 10.45.26