Belgia Berlakukan Embargo Total Ekspor dan Transit Senjata ke Israel

pranusa.id January 26, 2026

FOTO: Ilustrasi Embargo Belgia terhadap Israel

BRUSSELS – Pemerintah federal Belgia secara resmi memperketat kebijakan luar negerinya dengan memberlakukan larangan total terhadap seluruh ekspor dan transit senjata yang menuju ke Israel, terhitung sejak 22 Januari 2026.

Keputusan yang bersifat mengikat ini tidak memberikan pengecualian apa pun, termasuk bagi seluruh penerbangan kargo militer yang hendak melintasi wilayah udara Belgia menuju negara tersebut.

Menteri Luar Negeri Belgia, Maxime Prevot, menjelaskan bahwa kebijakan baru ini terdiri dari dua pilar utama, yakni pelarangan total ekspor langsung serta penutupan jalur transit udara.

“Pemerintah Belgia berkewajiban memastikan bahwa wilayah kedaulatan negara tidak dimanfaatkan untuk memperburuk krisis kemanusiaan,” tegas Prevot, Senin (26/1/2026).

Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk kepatuhan Belgia terhadap hukum internasional dan komitmen untuk tidak terlibat secara tidak langsung dalam eskalasi konflik bersenjata di Gaza.

Aturan ini dirancang khusus untuk menutup celah hukum “transit tanpa henti” yang selama ini memungkinkan pesawat pengangkut senjata hanya melintas tanpa proses bongkar muat sehingga lolos dari pengawasan ketat.

Untuk memastikan efektivitas kebijakan, otoritas bea cukai Belgia bersama badan SPF Mobilitas dan Transportasi akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap setiap penerbangan yang dicurigai.

Maskapai penerbangan kini diwajibkan menyerahkan dokumen terperinci mengenai jenis muatan, tujuan akhir, serta rute penerbangan mereka.

Embargo ini juga berdampak signifikan pada tata kelola internal, di mana izin ekspor senjata yang sebelumnya dikeluarkan oleh pemerintah daerah otomatis kehilangan efektivitasnya akibat larangan di tingkat federal.

Di kancah internasional, keputusan Belgia ini dipandang sebagai sinyal politik yang kuat dan berpotensi memicu perdebatan serius di internal Uni Eropa terkait penyelarasan kebijakan ekspor senjata ke wilayah konflik.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bedah Buku “Legislative Inaction”: Menyoroti Lemahnya Peran Legislatif di Indonesia
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Social Movement Institute (SMI) menggelar kegiatan bedah…
Kesaksian Dosen di Sidang MK: Gaji Pokok Di Bawah UMK, Hingga Terpaksa Jualan di Car Free Day
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kisah memilukan diungkapkan oleh Imam Ahmad, seorang…
Ketua Komisi VIII DPR RI Buka Peluang RUU Pidana LGBT, Sebut Perilaku Menyimpang sebagai Ancaman Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang…
Aksi “Ibu Berisik” di Bundaran UGM: Suarakan Persoalan Inflasi hingga Pajak Mencekik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Komunitas Ibu Berisik menggelar aksi damai dan…
Ribuan Pelayat Tuntut Balas Dendam ke AS dan Israel Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei
TEHERAN, PRANUSA.ID – Ribuan pelayat memadati upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi…