China Terbuka untuk Berdialog dengan Menteri Pertahanan AS

pranusa.id November 21, 2022

FOTO: Bendera nasional Tiongkok terlihat di Beijing, Tiongkok, 29 April 2020. REUTERS/Thomas Peter

PRANUSA.ID– Pemerintah China mengatakan terbuka jika menteri pertahanannya, Wei Fenghe, melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Austin Lloyd di sela-sela ASEAN Defense Ministers’ Meeting-Plus yang diagendakan digelar di Kamboja pada 23 November mendatang. Fenghe dan Lloyd sebelumnya sudah mengonfirmasi bahwa mereka akan menghadiri pertemuan tersebut.

“China memiliki sikap proaktif dan terbuka untuk melakukan pertukaran dengan AS,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan China Tan Kefei dalam sebuah pernyataan, Ahad (20/11/2022).

Menurut Tan, saat ini kementerian pertahanan AS-China sedang melakukan koordinasi mengenai potensi pertemuan Wei Fenghe dan Lloyd Austin. Namun Tan tak mengungkap tentang topik-topik yang mungkin dibahas jika pertemuan itu terlaksana.

Jika nantinya berlangsung, pertemuan Wei Fenghe dan Lloyd Austin akan menjadi pertukaran militer tingkat tinggi pertama China dengan AS sejak Agustus. Sebab dialog bilateral semacam itu telah terhenti akibat kunjungan Ketua House of Representatives AS Nancy Pelosi ke Taiwan.

Taiwan merupakan salah satu isu yang meruncingkan hubungan China dengan AS. Pada 2-3 Agustus lalu, Nancy Pelosi berkunjung ke Taipei. Dalam kunjungan itu, dia menegaskan dukungan Washington terhadap Taiwan. Lawatan Pelosi tersebut memicu kemarahan China.

Menanggapi kunjungan Pelosi, Beijing menggelar latihan militer besar-besaran di Selat Taiwan pada 4-7 Agustus lalu. Dalam latihan itu, China mengerahkan seluruh armadanya, yakni udara, darat, dan laut. Beijing bahkan menguji peluncuran rudal balistik. Latihan tersebut tak pelak memanaskan tensi di Selat Taiwan.

China diketahui mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Namun Taiwan berulang kali menyatakan bahwa ia adalah negara merdeka dengan nama Republik China. Taiwan selalu menyebut bahwa Beijing tidak pernah memerintahnya dan tak berhak berbicara atas namanya. Situasi itu membuat hubungan kedua belah pihak dibekap ketegangan dan berpeluang memicu konfrontasi.

AS, walaupun tak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan karena tunduk pada kebijakan “Satu China”, tetap mendukung Taipei dalam menghadapi ancaman Negeri Tirai Bambu. Hal itu yang akhirnya memanaskan hubungan Beijing dengan Washington.

Laporan: Jessica C.

Editor: Bagas R.

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Ruben Onsu Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Investasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menetapkan artis…
Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Gempa Sikka di Stadion Samador, Minta Bantuan Jangkau Wilayah Terisolasi
MAUMERE, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming meninjau…
Atasi Bencana Gempa Flores, Pemprov NTT Kelola Dana Bantuan Rp4,35 Miliar dan Kucurkan Logistik
ENDE, PRANUSA.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan…
Bank NTT Cabang Ende Salurkan 100 Paket Sembako dan Terpal untuk Korban Gempa Flores
ENDE, PRANUSA.ID — Gelombang kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana gempa…
Peringati HUT ke-78 dan Menuju Dasawindu 2028, SMA Kolese De Britto Resmi Buka PSB TA 2027/2028
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Bertepatan dengan peringatan HUT ke-78 SMA Kolese…