Dikabarkan Tertindas, Muslim Uighur Ajak Media Global Liput Kegiatan Saat Ramadhan

pranusa.id March 21, 2021

Abdul Wali Ablimit (kiri) selaku khotiib masjid di Kabupaten Shache, Prefektur Kashgar, Daerah Otonomi Xinjiang. (ANTARA / M. Irfan Ilmie)

PRANUSA.ID– Komunitas Muslim dari etnis minoritas Uighur mempersilakan media global mengunjungi Daerah Otonomi Xinjiang, China, agar dapat menyaksikan sendiri aktivitas mereka selama bulan Ramadan.

“Silakan datang ke daerah kami untuk melaporkan situasi yang sebenarnya saat bulan Ramadan nanti,” kata Abdul Wali Ablimit dari Asosiasi Muslim Xinjiang di Beijing, Kamis (18/3).

Ajakan tersebut, jelas dia, agar media tidak salah dalam melaporkan situasi Ramadhan di daerah otonomi yang banyak dihuni oleh minoritas Muslim Uighur.

“Selama ini media-media selalu membuat berita larangan puasa Ramadhan bagi Muslim Uighur yang tidak sesuai fakta,” ujar pria yang bertindak sehari-hari sebagai khotib di masjid Kabupaten Shache, Prefektur Kashgar, itu.

Ia menyatakan bahwa tidak ada larangan untuk menunaikan ibadah puasa bagi umat Islam di wilayah barat laut China tersebut.

“Saya, orang tua, istri, (anggota) jamaah di masjid, semuanya berpuasa selama bulan Ramadan,” ujar Abdul Wali menjawab pertanyaan ANTARA.

Masjidnya pun selalu penuh oleh jamaah shalat lima waktu selama bulan Ramadan.

“Kalau malam, kami juga menggelar shalat tarawih,” katanya.

Pada bulan Ramadan tahun lalu, menurut dia, masjid-masjid di Xinjiang menerapkan protokol kesehatan antipandemi COVID-19.

“Pemerintah mengerahkan petugas kesehatan dan memberikan bantuan alat medis ke masjid-masjid,” ucapnya.

Selain itu, makanan pembuka puasa atau iftar juga dicukupi oleh otoritas lokal.

“Puasa Ramadan itu bagian dari rukun Islam. Dan, hal ini normal dilakukan umat Islam di China, termasuk suku Uighur,” katanya dalam acara temu media yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah Otonomi Xinjiang dan Kementerian Luar Negeri China itu.

Hampir setiap bulan Ramadan, media-media global selalu menyoroti aktivitas etnis Muslim Uighur terkait dugaan larangan menunaikan rukun Islam yang ketiga itu.

 

Sumber: ANTARA News

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bedah Buku “Legislative Inaction”: Menyoroti Lemahnya Peran Legislatif di Indonesia
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Social Movement Institute (SMI) menggelar kegiatan bedah…
Kesaksian Dosen di Sidang MK: Gaji Pokok Di Bawah UMK, Hingga Terpaksa Jualan di Car Free Day
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kisah memilukan diungkapkan oleh Imam Ahmad, seorang…
Ketua Komisi VIII DPR RI Buka Peluang RUU Pidana LGBT, Sebut Perilaku Menyimpang sebagai Ancaman Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang…
Aksi “Ibu Berisik” di Bundaran UGM: Suarakan Persoalan Inflasi hingga Pajak Mencekik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Komunitas Ibu Berisik menggelar aksi damai dan…
Ribuan Pelayat Tuntut Balas Dendam ke AS dan Israel Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei
TEHERAN, PRANUSA.ID – Ribuan pelayat memadati upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi…