
LAS VEGAS, PRANUSA.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakui bahwa proses perundingan dengan Iran untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah masih belum menemui kesepakatan final dan bahkan berpotensi berujung pada kegagalan.
“Kami belum mencapai kesepakatan, mungkin saja tidak akan tercapai,” ujarnya di Las Vegas, Jumat (17/4/2026).
Meskipun pesimistis terhadap hasil negosiasi yang masih berlangsung di tengah masa gencatan senjata tersebut, ia tetap mengisyaratkan adanya prospek positif terkait meredanya ketegangan di pasar energi global.
“Mungkin akan muncul kejutan menyenangkan, termasuk potensi penurunan harga minyak dan bensin,” ucapnya.
Klaim meredanya tensi keamanan tersebut turut dilatarbelakangi oleh laporannya yang menyebutkan bahwa otoritas Teheran telah bersedia menyerahkan material uranium yang sangat diperkaya kepada pihak Washington.
“Iran tidak memiliki senjata nuklir dan mereka telah menyetujuinya,” kata Trump seperti dilaporkan The Washington Post.
Dinamika geopolitik di tingkat elite ini berjalan cukup alot menyusul kegagalan perundingan tahap awal di Islamabad pada 11 April lalu yang tidak menghasilkan resolusi apa pun bagi kedua belah pihak.
“Perundingan tersebut belum membuahkan hasil dan delegasi AS kembali tanpa kesepakatan,” jelas Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance.
Situasi diplomasi yang buntu tersebut sebelumnya telah memicu Angkatan Laut Amerika Serikat untuk mengambil langkah agresif dengan memblokade lalu lintas maritim di sekitar Selat Hormuz pada 13 April guna memutus pasokan energi global.
Laporan: Severinus | Editor: Arya