Pasukan Israel Batasi Akses Warga Palestina ke Masjid Al-Aqsa

pranusa.id September 30, 2022

FOTO: Masjid Al-Aqsa

PRANUSA.ID– Polisi Israel terus membatasi akses ke kompleks Al-Aqso bagi warga Palestina di Yerusalem, ketika kelompok pemukim Israel menyerbu tempat perlindungan itu pada Rabu (28/9/2022) selama tiga hari berturut-turut.

Pembatasan termasuk membatasi masuk ke kota tua Yerusalem bagi warga Palestina yang tinggal di dalamnya, melarang akses ke kompleks Al-Aqsa untuk warga Palestina di bawah usia 40 tahun, dan melarang warga Palestina memasuki tempat suci sepenuhnya selama penyerbuan Israel.

Kelompok-kelompok agama Israel telah menyerbu Al-Aqso sejak Minggu pada kesempatan liburan Tahun Baru Ibrani. Menurut departemen wakaf Islam di Yerusalem, 335 pemukim Israel yang religius menyerbu al-Aqsa pada hari Senin, sekitar 283 pada hari Selasa dan 133 pada hari Rabu.

Orang-orang Israel melakukan salat Yahudi di kompleks dan di sekitarnya, memicu peningkatan ketegangan di kota yang mengakibatkan protes jalanan dan konfrontasi dengan polisi.

Di lingkungan Sur Baher, Al-Tour, dan jabal Al-Mukaber, protes terhadap penyerbuan Israel terhadap Al-Aqsa berubah menjadi konfrontasi kekerasan antara pengunjuk rasa Palestina dan pasukan polisi Israel, dengan pengunjuk rasa melemparkan batu dan kembang api ke polisi Israel, yang dibalas dengan peluru karet dan gas air mata.

Konfrontasi paling keras, bagaimanapun, dilaporkan di kota Silwan, yang terletak di kaki tempat suci Al-Aqso dan kota tua Yerusalem. Silwan adalah salah satu daerah paling tegang di Yerusalem, karena agresi pemukim Israel dan pengambilalihan rumah warha Palestina di kota itu.

“Pasukan polisi pendudukan menutup pintu masuk utama ke Silwan serta dua jalan penting di kota itu, untuk mengamankan lewatnya pemukim Israel melalui Silwan ke Al-Aqsa,” Ameer Maragha, seorang pengacara dan aktivis hak asasi manusia yang berbasis di Silwan, dilansir dari Alarab, Jumat (30/9/2022).

“Kelompok agama Israel menganggap Silwan sebagai bagian dari lembah suci Yahudi, dan ada beberapa kantong pemukim Israel di dalam Silwan, yang membuat situasi semakin tegang,” jelas Maragha.

“Dalam tiga hari terakhir telah terjadi konfrontasi hingga tiga jam setiap malam, antara pengunjuk rasa Palestina dan pasukan polisi Israel di Silwan,” tambahnya.

Laporan: Republika

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bedah Buku “Legislative Inaction”: Menyoroti Lemahnya Peran Legislatif di Indonesia
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Social Movement Institute (SMI) menggelar kegiatan bedah…
Kesaksian Dosen di Sidang MK: Gaji Pokok Di Bawah UMK, Hingga Terpaksa Jualan di Car Free Day
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kisah memilukan diungkapkan oleh Imam Ahmad, seorang…
Ketua Komisi VIII DPR RI Buka Peluang RUU Pidana LGBT, Sebut Perilaku Menyimpang sebagai Ancaman Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang…
Aksi “Ibu Berisik” di Bundaran UGM: Suarakan Persoalan Inflasi hingga Pajak Mencekik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Komunitas Ibu Berisik menggelar aksi damai dan…
Ribuan Pelayat Tuntut Balas Dendam ke AS dan Israel Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei
TEHERAN, PRANUSA.ID – Ribuan pelayat memadati upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi…