Yaman Umumkan Darurat Nasional, Kerja Sama Militer dengan UEA Dihentikan

pranusa.id December 31, 2025

Ilustrasi: Tentara

YAMAN— Pemerintah Yaman menetapkan status darurat nasional setelah situasi keamanan di negara itu kembali memburuk. Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan politik dan militer, termasuk memburuknya hubungan Yaman dengan Uni Emirat Arab (UEA).

Status darurat nasional tersebut diumumkan oleh pimpinan pemerintahan Yaman sebagai langkah untuk mengendalikan kondisi dalam negeri. Pemerintah menilai situasi saat ini sudah mengancam stabilitas negara, sehingga diperlukan kewenangan khusus agar aparat bisa bergerak lebih cepat menjaga keamanan.

Seiring dengan penetapan status darurat, Yaman juga secara resmi menghentikan kerja sama militer dengan UEA. Pemerintah Yaman menilai kerja sama tersebut tidak lagi sejalan dengan kepentingan nasional, terutama karena adanya dugaan campur tangan UEA dalam konflik internal yang sedang berlangsung.

Pemerintah Yaman juga meminta seluruh pasukan UEA yang berada di wilayahnya untuk segera angkat kaki. Langkah ini diambil sebagai bentuk penegasan kedaulatan negara dan upaya mengembalikan kendali keamanan sepenuhnya ke tangan pemerintah Yaman.

Selain itu, otoritas setempat memberlakukan pembatasan sementara terhadap aktivitas transportasi dan pergerakan di sejumlah wilayah. Kebijakan ini bertujuan mencegah eskalasi konflik serta meminimalkan risiko bentrokan bersenjata yang bisa berdampak pada warga sipil.

Ketegangan antara Yaman dan UEA memperlihatkan rapuhnya situasi politik dan keamanan di negara tersebut. Pemerintah Yaman berharap langkah darurat ini dapat menstabilkan kondisi dan membuka jalan bagi penyelesaian konflik melalui jalur politik, meski situasi di lapangan masih sangat dinamis.

Laporan: Severinus | Editor: Kristoforus

a34a305b-0230-41ea-a533-3e9cf5b7fbca
Berita Lainnya
Sawah Warga Dile Tertimbun Proyek Jalan, Anggota DPRD Ende Yosafat Lima Ancam Gelar RDP
ENDE, PRANUSA.ID — Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi Partai…
Jaga ‘Mata Air’ Kaderisasi, HMI Cabang Ende Gelar Basic Training LK 1 di Gedung Baznas
ENDE, PRANUSA.ID — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ende menggelar…
Rapor Hitam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Indonesia Dalam Badai Krisis Nasional
OPINI, PRANUSA.ID— Sudah 2 tahun berselang kekuasaan korup ini memerintah.…
Persoalkan Etika dan Dokumen Pendidikan, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ratusan akademisi yang tergabung dalam Forum Guru…
Komisi IV DPR Buka Opsi Masukkan Aturan Terorisme Ekologi Karhutla dalam Revisi UU Kehutanan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Parlemen menyambut positif wacana pemerintah yang ingin…