Akui Punya Kelemahan Selama Jadi Menteri, Nadiem Sebut Dirinya Tidak Selalu Menghormati Budaya Birokrasi

pranusa.id April 15, 2026

Mantan Mendikbud Nadiem Makarim.

JAKARTA, PRANUSA.ID – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menyampaikan permohonan maaf dan mengakui berbagai kelemahannya dalam memahami budaya birokrasi usai menjalani masa tahanan selama tujuh bulan.

“Saya juga menyadari bahwa saya ini punya banyak sekali kekurangan, punya banyak sekali kelemahan sebagai pemimpin muda di pemerintahan,” ujar Nadiem di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).

Selama masa perenungannya di balik jeruji besi tersebut, ia menyadari bahwa keputusannya membawa banyak profesional muda dari luar lingkungan pemerintahan sering kali memicu gesekan internal.

“Saya mengakui ini, bahwa saya masuk mungkin tidak selalu menghormati budaya birokrasi, saya bawa banyak sekali orang dari luar masuk ke dalam profesional muda yang mungkin menciptakan gesekan-gesekan,” tuturnya.

Selain mengabaikan etika struktural, ia juga menyadari bahwa posisinya sebagai pembantu presiden tidak hanya sekadar menuntut kelancaran kerja teknis melainkan turut mewajibkan pelaksanaan fungsi politik yang luwes.

“Saya ingin mohon maaf sebesar-besarnya kalau ada ucapan-ucapan atau perilaku saya pada saat menjadi menteri yang tidak berkenan,” kata Nadiem.

Meskipun harus menghadapi kenyataan pahit terpisah dari keluarga akibat terjerat proses hukum, ia mengaku terus mempertahankan rasa optimisme dengan meneladani pengorbanan para tokoh besar bangsa.

“Saya percaya di ujung-ujungnya keadilan itu masih menjadi azas dasar daripada negara Indonesia yang saya cintai ini, mohon doa bagi masyarakat kepada saya untuk mendapatkan keadilan,” tutupnya.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Dua Prajurit TNI Penyiram Air Keras Batal Dipecat, Menteri Pigai Dorong Pengacara Andrie Yunus Ajukan Kasasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Perkuat Operasi Terpadu Karhutla Kalbar, Kemenhut Gelontorkan DAK Rp5,5 Miliar
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Pemerintah menyiapkan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK)…
Jaga Stabilitas Harga, Bulog Pasok 110 Ribu Ton Beras ke Pasar dan Ritel Modern
JAKARTA, PRANUSA.ID — Perum Bulog menyiapakan pasokan sebanyak 110.000 ton…
AJMAN Kalbar Sebut Penanganan Kabut Asap Harus Berfokus pada Keselamatan dan Aktivitas Warga
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Pengurus Daerah (PD) Asosiasi Jurnalis Masyarakat…
Kabut Asap Meluas dan Lumpuhkan Aktivitas, AMAN Kalbar Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Dampak bencana kabut asap akibat kebakaran hutan…