
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menolak keras upaya sejumlah organisasi masyarakat yang melaporkan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke pihak kepolisian terkait polemik ceramahnya di Universitas Gadjah Mada.
“Saya Menteri HAM tidak sepakat dengan laporan polisi terhadap Pak JK, saya tolak tegas, terus terang tidak ada manfaatnya juga,” kata Pigai dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).
Ia meyakini bahwa tokoh senior bangsa tersebut sama sekali tidak memiliki niat untuk menyerang keyakinan tertentu karena materi yang disampaikannya murni merupakan analisis mengenai resolusi sebuah konflik.
“Pak JK itu negarawan, mantan Wapres, saya tidak yakin ada intensi buruk untuk mendiskreditkan agama tertentu, adapun hal-hal yang jika dianggap tidak tepat bisa melalui upaya klarifikasi melalui jalan dialog tanpa perlu melapor polisi,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudah terpancing oleh provokasi berbalut sentimen identitas yang dapat mengancam kerukunan nasional.
“Membenturkan kelompok masyarakat yang satu dengan yang lain melalui isu agama hanya akan merugikan kita sebagai bangsa, jauh lebih penting saat-saat ini kita menjaga kesejukan, persatuan dan kesatuan, tempuh jalur dialog,” pungkas Pigai.
Laporan: Hendri | Editor: Arya