Bentrok Warga dan TPL di Sihaporas, Legislator Sumut Minta Audit Konsesi

pranusa.id September 23, 2025

Jakarta – Anggota DPR RI dari Sumatera Utara, Bane Raja Manalu, menyampaikan desakan agar aktivitas penanaman eucalyptus oleh PT Toba Pulp Lestari (PT TPL) pada lahan yang masih bersengketa dengan warga. Hal ini menyikapi perkembangan pascabentrok antara perusahaan dengan warga yang menimbulkan korban termasuk dari kalangan ibu. Legislator Sumut ini pun berharap, langkah ini dapat mencegah agar bentrokan tidak terulang kembali.

Bane pun mendorong agar pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap seluruh penerima konsesi pengelolaan hutan serta melakukan audit atas operasi mereka.

“Sudah saatnya pemerintah mengevaluasi seluruh penerima konsesi pengelolaan hutan jika serius merawat lingkungan. Lalu mengaudit manfaat ekonomi sesaat dan kerusakan yang ditimbulkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (23/9/2025).

Bane menyebutkan perlu langkah penghentian aktivitas di lahan yang masih bersengketa agar bentrokan tidak berulang kembali dan merugikan semua pihak.

“Tidak boleh ada aktivitas terjadi atau berlangsung di lahan yang sedang bersengketa atau disengketakan untuk menghindari peristiwa serupa,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, pendapatnya ini sejalan dengan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam Rakernas V PDI Perjuangan pada Mei 2024 lalu. Dalam forum tersebut, partai menurutnya telah memberikan rekomendasi agar pemerintah menghentikan deforestasi dengan moratorium alih fungsi lahan hutan dan penggundulan hutan serta mendorong re-forestasi lahan hutan yang terdegradasi.

“Negara harus hadir di sana bersama rakyat, tidak boleh ada peristiwa kekerasan,” sambung bane.

Sebelumnya, puluhan warga Sihaporas mengalami luka pascabentrokan yang terjadi antara warga dengan pihak pengamanan PT TPL pada Senin (22/9/2026) pagi. Bentrok berlangsung di wilayah Buttu Pengaturan, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Dalam rilis yang diterima Pranusa.ID, Bane mengaku telah menghubungi Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang setelah menerima laporan dari masyarakat atas insiden tersebut. Bane pun meminta aparat kepolisian segera hadir di lokasi kejadian untuk mencegah terjadinya bentrokan yang lebih besar.

“Saya mengutuk peristiwa kekerasan yang terjadi di Sihaporas. Banyak warga yang telah menjadi korban luka, ibu-ibu yang terkapar dengan luka di wajah,” ungkap Bane.

Rilis/Editor: Thom Sembiring

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bedah Buku “Legislative Inaction”: Menyoroti Lemahnya Peran Legislatif di Indonesia
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Social Movement Institute (SMI) menggelar kegiatan bedah…
Kesaksian Dosen di Sidang MK: Gaji Pokok Di Bawah UMK, Hingga Terpaksa Jualan di Car Free Day
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kisah memilukan diungkapkan oleh Imam Ahmad, seorang…
Ketua Komisi VIII DPR RI Buka Peluang RUU Pidana LGBT, Sebut Perilaku Menyimpang sebagai Ancaman Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang…
Aksi “Ibu Berisik” di Bundaran UGM: Suarakan Persoalan Inflasi hingga Pajak Mencekik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Komunitas Ibu Berisik menggelar aksi damai dan…
Ribuan Pelayat Tuntut Balas Dendam ke AS dan Israel Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei
TEHERAN, PRANUSA.ID – Ribuan pelayat memadati upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi…