Bupati Bekasi Ade Kuswara Terjaring OTT Bersama 9 Orang Lainnya

pranusa.id December 19, 2025

(Ilustrasi KPK: tribun)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas praktik rasuah di daerah. Pada Jumat (19/12/2025), tim penyidik KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan menangkap Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang.

Ade Kuswara diamankan bersama sembilan orang lainnya yang terdiri dari pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi serta pihak swasta. Hingga berita ini diturunkan, Bupati beserta pihak-pihak lain yang terjaring operasi senyap tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa operasi ini merupakan pengembangan dari dugaan tindak pidana korupsi yang terendus di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Menurut Budi, tim penyidik tengah mendalami peran masing-masing pihak yang diamankan sebelum menentukan status hukum mereka.

Sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), lembaga antirasuah memiliki waktu 1×24 jam untuk memutuskan apakah kesepuluh orang tersebut akan ditetapkan sebagai tersangka.

Penangkapan Bupati Bekasi ini menambah panjang daftar kepala daerah dan pejabat negara yang tersandung kasus korupsi sepanjang tahun 2025. KPK tercatat sangat agresif melakukan penindakan sejak awal tahun.

Rangkaian operasi senyap ini diawali pada Maret lalu dengan menjaring anggota DPRD dan pejabat Dinas PUPR di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, yang kemudian disusul oleh pengungkapan kasus suap proyek jalan di Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara pada bulan Juni.

Gelombang penindakan berlanjut pada bulan Agustus, di mana KPK melakukan operasi di tiga kota sekaligus, yakni Jakarta, Kendari, dan Makassar Terkait korupsi RSUD Kolaka Timur, serta kasus pemerasan yang menyeret Wakil Menteri Ketenagakerjaan saat itu, Immanuel Ebenezer Gerungan.

Menjelang akhir tahun, intensitas penindakan kian tinggi. Sebelum menjaring Ade Kuswara, KPK berturut-turut menangkap Gubernur Riau Abdul Wahid pada awal November, disusul penangkapan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.

Tak berhenti di situ, pada 9-10 Desember KPK juga menangkap Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, serta melakukan OTT di Tangerang yang melibatkan unsur jaksa hanya beberapa hari sebelum penangkapan Bupati Bekasi ini.

Tindakan tegas yang bertubi-tubi ini menjadi sinyal kuat bahwa KPK terus memantau ketat pengelolaan anggaran di daerah, khususnya pada momen krusial akhir tahun anggaran.

Laporan: Hendri | Editor: Arya

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bedah Buku “Legislative Inaction”: Menyoroti Lemahnya Peran Legislatif di Indonesia
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Social Movement Institute (SMI) menggelar kegiatan bedah…
Kesaksian Dosen di Sidang MK: Gaji Pokok Di Bawah UMK, Hingga Terpaksa Jualan di Car Free Day
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kisah memilukan diungkapkan oleh Imam Ahmad, seorang…
Ketua Komisi VIII DPR RI Buka Peluang RUU Pidana LGBT, Sebut Perilaku Menyimpang sebagai Ancaman Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang…
Aksi “Ibu Berisik” di Bundaran UGM: Suarakan Persoalan Inflasi hingga Pajak Mencekik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Komunitas Ibu Berisik menggelar aksi damai dan…
Ribuan Pelayat Tuntut Balas Dendam ke AS dan Israel Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei
TEHERAN, PRANUSA.ID – Ribuan pelayat memadati upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi…