Datangi Murid Satu per Satu di Saat Pandemi Covid-19, Ini Alasan Guru SD Avan

pranusa.id April 19, 2020

(facebook: Avan Fathurrahman)

PRANUSA.ID — Guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Batu Putih, Laok, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Avan Fathurrahman mendatangi rumah muridnya satu per satu untuk belajar bersama di tengah pandemi Covid-19.

Hal ini dilakukannya mengingat tidak seluruh muridnya memiliki smartphone dan televisi sehingga kesulitan mengikuti pelajaran secara daring dan dari TVRI.

Bahkan, ada wali murid yang sampai ingin mengutang untuk membeli smartphone agar murid tersebut bisa mengerjakan tugas online dari gurunya. Avan mengaku terkejut dan melarang keinginan tersebut.

“Saya larang wali murid ganti handphone yang tanpa internet ke smartphone. Apalagi dia mau utang dulu. Ini memilukan bagi saya sehingga saya memilih datangi murid-murid,” ungkap Avan dikutip dari kompas.com.

Ketika masa belajar di rumah diperpanjang oleh pemerintah karena pandemi Covid-19 membuat Avan begitu resah. Untuk mengetahui kondisi murid-muridnya, ia akhirnya menghubungi melalui telepon.

Namun, ada sekitar 20 muridnya yang tidak bisa dihubungi. Hal ini membuat ia mendatangi 20 murid tersebut satu per satu.

“Akhirnya saya putuskan mendatangi rumah mereka satu-satu. Saya didik mereka, saya bawa berbagai macam buku agar dibaca dan dipelajari oleh murid-murid,” tutur guru yang sudah banyak menulis cerita anak tersebut.

Dalam sepekan, Avan membagi jadwal tiga kali untuk menemui murid-muridnya tersebut. “Saya bagi seminggu tiga kali. Alhamdulillah, istri saya sangat mendukung,” katanya.

Sebelumnya, perbuatan Avan sempat menjadi viral di media sosial. Warga Dusun Toros, Desa Babbalan, Kecamatan Batuan tersebut, mendapat 2.800 komentar, disukai 12.200, dan dibagikan 5.690 kali di media sosial.

Avan mengakui telah melanggar aturan pemerintah tentang bekerja di rumah. Namun, karena kecintaan pada pendidikan murid-muridnya membuat ia tetap melakukannya.

“Sampai sekarang belum ada tanggapan apapun dari pemerintah. Tapi saya kira tidak perlu ditanggapi, apalagi yang saya lakukan melanggar anjuran pemerintah untuk bekerja di rumah,” jelas Avan* (Cornelia/Pranusa)

f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Pesan Natalius Pigai untuk Warga Papua: Boleh Tuntut Kesejahteraan, Asal Tidak Minta Merdeka
NABIRE, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Kritik Kesejahteraan Pascakemerdekaan, Festival Bantal Galang Donasi Alat Tidur bagi Buruh Gendong Beringharjo
SLEMAN, PRANUSA.ID — Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik…
Dinas Sosial Kota Yogyakarta Gelar Ziarah Edukatif Pekan “Jejak Patriot” bagi Pelajar
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Dinas Sosial Kota Yogyakarta menggelar kegiatan ziarah…
Sinergi TNI-Polri dan Forkopimda Ende Salurkan 725 Paket Bansos Presiden untuk Korban Gempa
ENDE, PRANUSA.ID — Sebagai wujud kepedulian negara di tengah masyarakat…
81 Tahun Indonesia: Merdeka Sejati atau sekadar “Merdeka-Merdekaan”?
KOLOM— Pada 17 Agustus 2026, masyarakat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan…