Dicecar Soal Kehadirannya di Baiat ISIS, Munarman Ngamuk ke Najwa Shihab


Munarman (Imam Sukamto/tempo.co)

PRANUSA.ID– Mantan pengurus Front Pembela Islam (FPI) Munarman terlihat sangat kesal saat dicecar Najwa Shihab soal kehadirannya di baiat ISIS Makassar tahun 2015 silam.

Munarman dalam video yang ditampilkan dalam kanal Youtube Mata Najwa mengatakan kehadirannya dalam kegiatan tersebut hanya memberikan seminar. Ia mengaku bahwa ia tidak tahu menahu terkait acara baiat tersebut.

Munarman yang terus dikejar dengan pertanyaan seputar baiat bahkan menyebut Najwa Shihab bersikap provokatif lantaran memberinya pertanyaan jebakan.

“Sebenarnya waktu di Makassar itu kalau mau jujur, secara intelejen saya pikir pasti adalah intel di situ pasti dia mendengar apa ucapan saya. Saya mau katakan di Makassar itu ada dua acara saya diundang oleh ketu FPI Makassar dalam acara seminar di sekertariat FPI dan di situ tidak ada baiat, “ucapnya.

Setelah mengisi acara seminar tersebut, ia pun mengaku ditawari untuk kembali menjadi pemateri di acara berikutnya karena materi yang disampaikan olehnya disebut menarik.

Akhirnya, ia pun memutuskan untuk kembali menjadi pemateri di acara keesokan harinya. Rupanya, acara tersebutlah yang kini tengah dipermasalahkan. Menurut Munarman, ia sama sekali tidak tahu bahwa acara di hari kedua itu merupakan baiat ISIS.

“Siang mereka menawarkan, besok masih ada lagi katanya, ikutlah saya di situ, saya kira itu sama, nggak taunya ada itu (Baiat), saya tidak tahu bagaimana, orang tidak tahu,” Munarman menambahkan.

Menanggapi pembelaan Munarman, Najwa Shihab kemudian menanyakan apakah Munarman pernah mengklarifikasi pada polisi terkait hal ini. Namun, bukannya menjawab, Munarman malah mengamuk.

“Perbuatan saya diundang itu apa perbuatan pidana? Mengapa saya harus klarifikasi? Itu dulu!” ucap Munarman dengan nada tinggi.

Dengan tenang, Najwa kembali menanyakan pada Munarman dengan pertanyaan yang sama, namun ia justru menyerang balik Najwa dan menganggap Najwa menjebaknya.

“Saya tanya, apa itu perbuatan kejahatan?” tanya Munarman.

“Anda hanya disuruh jawab simpel pernah (membuat klarifikasi di hadapan polisi) atau tidak,” sergap Najwa.

“Anda minta saya dipanggil? Berarti Anda minta saya dipanggil, kan? Jangan menggiring. Ini menggiring, bukan bertanya,” kesalnya.

“Dalam teori hukum, itu pertanyaan jebakan. Itu berbahaya buat opini. Anda tidak boleh menanyakan itu Najwa,” tambahnya.

Dalam video yang dibagikan, Munarman justru menyebut jika pertanyaan Najwa itu mengandung provokasi. Menurutnya, pertanyaan tersebut tidak seharusnya dipertanyakan padanya.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Bagas R

Berita Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Top