Dukung Taliban, JK Sarankan Pemerintah Indonesia Beri Pengakuan

pranusa.id August 18, 2021

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. (Foto: Pikiran Rakyat)

PRANUSA.ID– Mantan wakil presiden Jusuf Kalla ikut memberikan komentarnya terkait kelompok militan Taliban yang telah menguasai kota Kabul dan menduduki Istana Kepresidenan.

“Peristiwa di Afghanistan itu hampir di luar perkiraan semua orang, bahwa tidak secepat itu Taliban masuk ke Kabul,” ujar JK melalui press briefing online pada Senin (16/8/2021).

Hal ini membuat pemerintah Afghanistan sulit memperkirakan bahwa Kabul akan jatuh ke tangan Taliban.

Ia percaya negara tersebut tidak akan jatuh dalam pertumpahan darah dan perang saudara, kendati ibu kota Kabul jatuh ke tangan Taliban.

“Baik Taliban maupun Pemerintah Afghanistan sama-sama meyakini bahwa mereka bersaudara dan tidak akan memerangi negara yang sudah ditinggalkan oleh tentara Amerika Serikat,” kata Jusuf Kalla

Selain itu, Jusuf Kalla pun memberikan saran yang dapat dilakukan oleh pemerintah Indonesia sebagai bantuan diplomatik untuk Afghanistan.

“Yang mereka butuhkan saat ini tentu pengakuan sebagai negara ya,” ungkap JK.

Selanjutnya, Jusuf Kalla menilai dunia kini menunggu masa depan Afghanistan setelah Taliban berkuasa. “Saya harapkan Afghanistan terbuka dengan kerja sama dengan negara-negara lain yang tidak punya kepentingan politik, tetapi kerja sama perekonomian,” ujar JK.

Jusuf Kalla menyatakan Indonesia punya peran penting di Afghanistan dalam menjajaki perdamaian. Oleh sebab itu, Indonesia mesti mendukung upaya damai saat Taliban memimpin Afghanistan atau pasca penarikan tentara asing akhir Agustus ini.

Diketahui, Taliban memasuki wilayah Kabul pada Minggu (15/8) waktu setempat.

Stasiun televisi Al Jazeera kemudian menunjukkan cuplikan terkait keberadaan Taliban di istana kepresidenan, dengan puluhan anggota bersenjatanya.

Taliban juga mengatakan mereka telah menguasai sebagian besar distrik di sekitar pinggiran ibu kota.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bedah Buku “Legislative Inaction”: Menyoroti Lemahnya Peran Legislatif di Indonesia
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Social Movement Institute (SMI) menggelar kegiatan bedah…
Kesaksian Dosen di Sidang MK: Gaji Pokok Di Bawah UMK, Hingga Terpaksa Jualan di Car Free Day
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kisah memilukan diungkapkan oleh Imam Ahmad, seorang…
Ketua Komisi VIII DPR RI Buka Peluang RUU Pidana LGBT, Sebut Perilaku Menyimpang sebagai Ancaman Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang…
Aksi “Ibu Berisik” di Bundaran UGM: Suarakan Persoalan Inflasi hingga Pajak Mencekik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Komunitas Ibu Berisik menggelar aksi damai dan…
Ribuan Pelayat Tuntut Balas Dendam ke AS dan Israel Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei
TEHERAN, PRANUSA.ID – Ribuan pelayat memadati upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi…