Dulu Dukun Ini Siap Mati Bila Prabowo Tidak Jadi Presiden, Sekarang Justru Panggil Jin Untuk Amankan Pelantikan Jokowi | Pranusa.ID

Dulu Dukun Ini Siap Mati Bila Prabowo Tidak Jadi Presiden, Sekarang Justru Panggil Jin Untuk Amankan Pelantikan Jokowi


(Gambar: Jawapos.com)

 

PRANUSA.ID — Joko Widodo dan Ma’ruf Amin resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2019-2024 setelah menyelesaikan seremoni pelantikan di Gedung MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Namun, di balik proses pelantikan yang terjadi pada hari ini, ada banyak cerita yang sempat menghebohkan publik sebelumnya. Salah satunya adalah ramalan dari Ki Sabdo.

Lima tahun lalu, Jumat, 13 Juni 2014, Ki Sabdo muncul di Rumah Polonia, rumah pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa dalam Pemilu 2014 dan memperkenalkan dirinya sebagai Ki Sabdo Jagad Royo.

Saat itu, ia meramal bahwa Prabowo akan menjadi presiden RI, dan mengatakan bila pernyataannya salah, ia siap menerima sanksi pidana kurungan. Bahkan, ia siap ditembak mati di tempat dan yang melakukan eksekusi tersebut adalah Prabowo Subianto sendiri.

“Saya sudah ritual di tiga tempat gaib penguasa Istana dan Nyi Roro Kidul di Jakarta, Kanjeng Sunan Bungkul Surabaya, dan Joko Dolog Surabaya. Kelihatan di tiga tempat tersebut hanya wajah Prabowo,” katanya di atas panggung deklarasi Rumah Polonia saat itu.

Sembari mengenakan baju adat dan blangkon warna hitam, ia mengaku sudah melakukan ritual mulai dari tanggal 19 September 2012 sampai 5 Juni 2014.

Namun, ramalannya terbukti salah ketika Jokowi memenangkan suara rakyat untuk menaikkannya sebagai presiden RI.

Baru-baru ini, untuk kedua kalinya, Ki Sabdo kembali hadir menghebohkan dunia maya lewat video yang viral di media sosial.

Pada video tersebut, ia mengaku harus ada pengawalan secara spiritual. Hal ini menyebabkan ia geladi bersih dengan memanggil bangsa jin untuk mengamankan pelantikan Jokowi.

Tak hanya itu, untuk menjauhkan pelantikan Jokowi dari gangguan, ia bahkan membawa nama Ratu Pantai Selatan.

“Mulai Nyi Roro Kidul, Nyi Blorong, jin kayangan dan yang lain-lain. Jadi mantap sudah. Pak Jokowi pasti dilantik, nggak ada halangan,” ujarnya.

Nanti yang menghalangi, katanya, ya itu urusannya Ratu Selatan, urusan saya, saya yang beresin.

Menanggapi video tersebut, Pimpinan MPR ikut buka mulut. Ia mengatakan bahwa koordinasi pengamanan hanya dilakukan Polri, TNI, dan BIN.

“Bukan dengan dukun atau ahli magis,” tegas Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, Jumat (18/10/2019).

Terlepas dari itu, seremoni pelantikan presiden dan wakil presiden berhasil berjalan dengan lancar pada siang tadi.

Di hadapan anggota MPR dan belasan pimpinan negara sahabat, Jokowi juga menyebut sejumlah target dan janji program dalam pidato yang lamanya sekitar 16 menit. Sebagai langkah awal untuk mewujudkannya, ia menargetkan pelepasan Indonesia dari jebakan negara berpendapatan kelas menengah.

Ia juga meminta adanya jaminan oleh menteri dan seluruh pegawai kepada masyarakat agar mereka menerima manfaat pelayanan publik. Selain itu, ia juga meminta para menteri menjamin tujuan pembangunan.

Secara khusus, pada seremoni tersebut, pujian dilayangkan oleh Ketua MPR Bambang Soesato kepada Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono yang telah hadir pada seremoni pelantikan tersebut.

Sebab ibu bangsa dan bapak bangsa yang merupakan mantan presiden RI sangat jarang ditemui dalam acara formal yang sama.

Seremoni tersebut juga dimeriahkan dengan hadirnya peserta pemilihan presiden tahun 2019 yang menjadi lawan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin ketika naik menjadi presiden.

Bahkan, di awal pidatonya, Jokowi juga menyapa Prabowo dan Sandiaga dengan sebutan ‘sahabat baik’.

Selain itu, untuk nama-nama pengisi kursi menteri akan diumumkan besok, Senin (21/10/2019). Hal ini disampaikannya kepada pers sebelum seremoni pelantikan.

 

Penulis: Cornelia

Berita Terkait

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Top