Ganjar Pranowo: Keselamatan Kerja Bisa Terjaga Kalau Semua Peduli | Pranusa.ID

Ganjar Pranowo: Keselamatan Kerja Bisa Terjaga Kalau Semua Peduli


Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.(Liputan6.com/Faizal)

PRANUSA.ID — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menekankan perlunya komitmen pekerja dan manajemen untuk meningkatkan keselamatan kerja di perusahaan. Upaya itu ditempuh, agar meningkatkan produktivitas, serta kualitas produk yang dihasilkan pekerja.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) juga berkomitmen menerapkan digitalisasi pelayanan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) di lingkup perusahaan.

Di samping adaptif, layanan digital juga memudahkan dan mengeliminasi potensi fraud. Ini bertujuan untuk menekan terjadinya angka kecelakaan pada lingkungan kerja.

Hal ini mengemuka saat peringatan Bulan K3, yang dipusatkan di PT Kubota Indonesia, di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Kamis (3/2/2022).

Dalam acara itu, hadir Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kepala Disnakertrans Jateng Sakina Roselasari, Direktur Bina Pengujian K3 Muhammad Idham, serta Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Jateng dan DIY Cahyaning Indriasari.

Ganjar mengungkapkan, keselamatan memegang peranan penting dalam produktivitas kerja. Ia menyebut, keselamatan kerja hanya bisa dilakukan ketika ada komitmen bukan hanya dari pekerja, juga pengusaha.

“Yang ditekankan pertama kali adalah selamat dulu. Keselamatan kerja bisa dilakukan kalau semua punya kepedulian,” tuturnya, seusai menjadi pembina Apel Bulan K3.

Menurutnya, penerapan K3 perlu dilakukan secara berkala dan terus menerus ditingkatkan. Ganjar mencontohkan peristiwa kebakaran relokasi Pasar Johar, yang berkait dengan keselamatan kerja.

“Kalau kebakaran itu sebabnya apakah itu kompor, atau listrik (perlu pemeriksaan) apakah kabel bagus, terkelupas, nempelnya bagaimana. Kemudian pemberian peringatannya bagaimana, itu perlu kepedulian, awareness, butuh kekompakan antara manajemen dan pekerja yang membangun sistem bagus. Intinya komitmen untuk keselamatan tidak boleh berhenti,” imbuhnya.

Kepala Disnakertrans Jateng Sakina Roselasari menambahkan, Pemprov Jateng berupaya keras menekan tingkat kecelakaan di lingkungan kerja. Hal ini dilakukan dengan mengerahkan ratusan pengawas ketenagakerjaan di enam wilayah kerja.

Menurutnya, keselamatan kerja memegang faktor penting dalam peningkatan produktivitas perusahaan. Ia menyebut, saat pekerja terlindungi, mereka akan lebih produktif dan meningkatkan kualitas kerja.

“Ada 146 pengawas fungsional dan struktural di enam satwasker. Kami juga menekankan perusahaan memiliki panitia pembina K3, untuk melindungi pekerja, dan itu kewajiban perusahaan,” urai Sakina.

Terkait kecelakaan kerja, hingga 2021 masih ditemui kasus kecelakaan di lingkungan kerja. Jumlahnya mencapai 262 kasus, atau meningkat 51 kasus dibanding tahun sebelumnya yang hanya 211 kasus.

“Namun jumlah itu jauh menurun jika dibandingkan dengan tahun 2019 yang mencapai 2.205 kasus,” sebutnya.

Disinggung layanan digital SIK3 atau Sistem Informasi Keselamatan, Kesehatan, Kerja, Sakina mengungkapkan, saat ini telah menerbitkan 538 surat keterangan layak K3, dari 2.229 hasil pemeriksaan. Pihaknya akan terus mendorong layanan tersebut dengan melakukan pendampingan secara intensif.

“Perusahaan yang kesulitan lakukan digitalisasi, akan dilakukan pendampingan dari Disnaker dan DPMPTSP Jateng,” pungkasnya. *(Pd/Ul, Diskominfo Jateng)

Berita Terkait

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Top