Gatot Dkk Sebut Jokowi Gagal dalam Mengelola Jalannya Pemerintahan

pranusa.id November 15, 2021

FOTO: Gatot Nurmantyo (Presidium KAMI dan Mantan Panglima TNI)

PRANUSA.ID– Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mengeluarkan maklumat yang menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah gagal dalam mengelola jalannya pemerintahan.

Presidium KAMI menyoroti kondisi demokrasi, ekonomi dan korupsi yang berdasarkan maklumat tersebut semakin buruk dan tidak terkendali di era pemerintahan Jokowi.

“Kondisi demokrasi, ekonomi, HAM, serta praktik-praktik rente kebijakan dan korupsi semakin hari semakin memburuk tidak terkendali,” kata perwakilan KAMI, Gatot Nurmantyo dkk dalam maklumatnya, Sabtu (13/11/2021).

Dalam aspek demokrasi, Presidium menilai kondisi kehidupan kebangsaan dan kenegaraan hari ni semakin buruk, dan jauh dari konsep negara demokrasi yang berlandaskan Pancasila.

Pada kehidupan ekonomi, KAMI menilai persoalan yang makin berat adalah utang pemerintah, termasuk BUMN dan BI yang semakin tidak terkendali.

“Utang sudah tidak terkendali sebelum pandemi Covid-19 demi membangun proyek infrastruktur yang tidak fisibel dan bukan prioritas kebutuhan rakyat,” kritik Gatot dkk.

Presidium memandang ketika utang makin bertambah dengan alasan penanganan pandemi, namun di satu sisi pemerintah tidak dapat meningkatkan penerimaan negara melalui pendapatan pajak.

Salah satunya, menurut Gatot dkk, akibat para mafia sumber daya alam yang selama ini tidak membayar pajak sebagaimana mestinya, bahkan menimbulkan deforestasi dan kerusakan pada sumber daya alam.

Gatot dkk turut menyoroti peran ganda yang dilakoni oleh para pejabat di masa pandemi, yaitu sebagai pengambil keputusan dan kebijakan sekaligus pelaku bisnis terkait dengan obat Covid-19 dan jasa PCR. Mereka menilai hal tersebut menunjukkan pada masyarakat bahwa pejabat negara terlibat dalam konflik kepentingan.

“Dari hal-hal tersebut, Presidium KAMI menyatakan bahwa kepemimpinan dalam menangani pandemi yang ditunjukkan kepada rakyat adalah kepemipinan yang mengabaikan moral, dan menunjukkan keserakahan di tengah derita pandemi,” ungkap Gatot dkk.

Sebagai penutup, mereka pun mengatakan kepemimpinan nasional tidak fokus memikirkan nasib rakyat, dan tidak memiliki kemampuan yang sesuai dengan tantangan dan beratnya persoalan hari ini untuk melakukan langkah-langkah perbaikan demi menyelamatkan Indonesia.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…