Gorontalo Siapkan Pemeriksaan Covid-19 Mandiri, Minta Warga Jujur

pranusa.id April 13, 2020

Rusli Habibie, Gubernur Gorontalo (Dok Humas Pemprov Gorontalo)

Pemerintah Provinsi Gorontalo menyiapkan 30 ribu rapid test untuk pemeriksaan cepat indikasi virus Covid-19 di wilayahnya. Hal ini diharapkan dapat mempermudah deteksi dini meski hasil akhir masih membutuhkan pemeriksaan lab PCR atau melewati proses swab test.

“Alhamdulillah sebanyak 30 ribu rapid test sudah kita terima hari ini. Selanjutkan akan segera kita distribusikan ke masing-masing kabupaten/kota. Termasuk ke petugas kesehatan,” ungkap Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat menggelar konperensi pers di Posko GTPP Covid-19, Senin (13/04) sebagaimana dirilis oleh FB Fan Page Humas Gorontalo Prov

Rusli pun mengingatkan agar warganya bersikap jujur jika memiliki gejala medis dan ikut segera melapor untuk menjalani rapid test. Hal ini termasuk untuk mengakui riwayat perjalanan dari luar negeri maupun dari daerah, atau pernah kontak dengan pasien dalam pengawasan.

“Kita minta kejujurannya. Kita tidak minta bayaran, kita periksa gratis dan jadikan mereka Orang Dalam Pengawasan,” imbuhnya.

Rusli pun menyebutkan demi mendukung pemeriksaan di wilayahnya, laboratorium BPOM akan dimanfaatkan untuk tes PCR. Langkah mandiri ini dianggap penting untuk mempercepat pemeriksaan.

“Kita akan manfaatkan laboratorium BPOM untuk tes PCR. Sudah keluar izinnya, insyaallah satu dua hari ini sudah bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Rusli berpendapat bahwa fasilitas laboratorium dan tenaga ahli di BPOM sudah cukup baik. Hanya pembenahan beberapa fasilitas gedung dirasa perlu untuk mendukung. Pemprov disebut akan membantu percepatan perbaikan fasilitas pendukung. Dengan kesiapan operator dan pembenahan ruangan, diharapkan fasilitas ini nantinya bisa memeriksa 100 spesimen per hari.

“Fasilitasnya bisa memeriksa 100 spesimen setiap hari,” imbuhnya.

Sebagai informasi, tes PCR atau Polymerase Chain Reaction merupakan uji laboratorium spesimen untuk memastikan seseorang positif corona atau tidak. Selama ini, pemerintah provinsi masih mengandalkan laboratorium di Makassar untuk test PCR atau swab test yang dianggap belum memadai. Kendala dari kondisi ini adalah pengiriman sampel kerap terkendala jadwal penerbangan yang juga terbatas imbas Covid-19.

Sejauh ini, Rusli menyebut sudah ada 78 sampel yang dikirim ke Makassar. Hasilnya 46 negatif, satu positif dan sisanya 31 masih menunggu hasil pemeriksaan. (Sembiring/Pranusa)

 

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Dinilai Kabur, MK Tolak Lanjutkan Gugatan Uji Materi Kuota Internet Hangus
JAKARTA, PRANUSA.ID – Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa gugatan uji materi…
Lulus 100 Persen, Siswa Kelas XII SMA Kolese De Britto Gelar Long March dan Bagikan 200 Sembako
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – SMA Kolese De Britto secara resmi menyelenggarakan…
Stop Impor, Prabowo Subianto Sebut Indonesia Akan Swasembada BBM
GORONTALO, PRANUSA.ID – Presiden Prabowo Subianto menyatakan dengan tegas Indonesia…
Soal Calon Ketum PBNU, Gus Ipul Sebut Nasaruddin Umar hingga Said Aqil Punya Peluang Sama
JAKARTA, PRANUSA.ID – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Saifullah…
Kemenpar Catat Kenaikan Signifikan Kunjungan Wisatawan pada Triwulan I 2026
JAKARTA, PRANUSA.ID – Kementerian Pariwisata mencatat sektor pariwisata Indonesia menunjukkan…