
JAKARTA, PRANUSA.ID – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menekankan pentingnya pemerataan literasi kecerdasan buatan bagi seluruh lapisan masyarakat saat menerima audiensi jajaran Merapi National Economic Forum 2026 di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).
“Arahan yang kita dapatkan adalah untuk terus mengedukasi seluruh masyarakat tentang AI,” sebut Direktur Eksekutif Merapi National Economic Forum, Sergie Althaf Amir, dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).
Menindaklanjuti arahan tersebut, ia memaparkan bahwa pesatnya perkembangan dunia digital kini mutlak menuntut kesiapan adaptasi dari setiap elemen warga negara tanpa memandang batas usia.
“Karena kami yakin bahwa di beberapa tahun ini akan ada revolusi teknologi yang sangat besar, revolusi digital, dan semua pihak akan terdampak, semuanya akan terpengaruh, dan karena dari itu, semua kalangan masyarakat, boomer, gen Z, milenial, bahkan yang sudah sangat tua, semuanya harus mengerti dan bisa memanfaatkan adanya perkembangan AI,” tuturnya.
Selain menyoroti aspek edukasi teknologi, pertemuan strategis tersebut juga membahas pemetaan potensi ancaman disrupsi kecerdasan buatan terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan sekaligus menyusun langkah mitigasi sejak dini.
“Sekarang kita ingin memberi program edukasi di beberapa kuliah dan program-program talkshow tentang AI, di mana kita mendiskusikan cara untuk menanggulangi risiko-risiko yang sudah saya sebutkan tadi,” tandasnya.
Dukungan penuh dari pemerintah pusat ini diharapkan dapat mendorong transformasi digital yang inklusif sehingga mampu memacu pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus meminimalkan ekses negatif dari revolusi teknologi di tingkat akar rumput.
Laporan: Hendri | Editor: Michael