Harta Jokowi Naik Selama Pandemi, PA 212: Kok Bisa Bertambah? Wajib Diaudit!


Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

PRANUSA.ID — Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin menyoroti harta kekayaan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang dilaporkan naik Rp8,8 miliar menjadi Rp53,2 miliar dalam setahun terakhir ini.

“Akhirnya semua tahu, mana pemimpin yang membela rakyat dan negaranya tercermin dari potret kehidupannya karena sibuk dengan pencitraannya agar disangka orang baik dan merakyat,” kata Novel dikutip PranusaID dari Rakyatku.com, Senin (13/9).

“Orang seperti itu bukan orang baik karena orang baik tidak perlu sibuk membangun pencitraan. Apalagi dengan cara berbohong, bisa tega-teganya mengkriminalisasi ulama bahkan bisa terjadi pembantaian keji terhadap enam Laskar FPI,” tuturnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengungkap bagaimana 70,3 persen kekayaan para pejabat mengalami kenaikan selama setahun terakhir ini.

Menanggapi data tersebut, Novel mengaku bingung bagaimana harta kekayaan para pejabat bisa meningkat di tengah masa PPKM yang menyengsarakan masyarakat.

“Kok, bisa ada pejabat negara bertambah kekayaannya. Wajib diaudit apakah aliran korupsi bansos masuk ke kantong pribadinya atau keluarganya,” ujarnya.

Alasan tersebut pula yang disebutnya telah mendorong dan memacu semangatnya mencalonkan diri sebagai wakil presiden (wapres) pada Pilpres 2024 mendatang.

“Insyaallah dengan izin Allah. Kalau Allah jadikan saya wapres, maka saya siap miskin dan apa yang saya dapat semua buat rakyat,” ungkapnya.

Penulis: Jessica C. Ivanny
Editor: Bagas R.

Berita Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Top