
JAKARTA, PRANUSA.ID – Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis akan terus dilanjutkan sebagai strategi nasional untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak dan ibu hamil.
Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan komitmen jangka panjang Presiden Prabowo Subianto.
“Pemerintah sudah bertekad melanjutkan program ini,” ujar Hashim saat menghadiri pelantikan pengurus Srikandi Jaga Desa di Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Ia menambahkan bahwa program ini bertujuan memastikan seluruh kelompok rentan mendapatkan asupan gizi yang memadai.
Menurut Hashim, gagasan Makan Bergizi Gratis bukanlah kebijakan instan melainkan visi Presiden Prabowo yang telah dirancang sejak hampir dua dekade lalu.
Fokus utama dari kebijakan ini adalah menekan angka stunting yang hingga saat ini masih menjadi persoalan serius bagi pemerintah.
“Ini bukan sekadar program bantuan makanan, tapi investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia Indonesia,” kata Hashim.
Meski demikian, pihak pemerintah mengakui adanya tantangan besar terkait potensi penyelewengan dalam pelaksanaan distribusi di lapangan.
Hashim mengingatkan bahwa program tersebut berisiko gagal mencapai sasaran apabila tidak dibarengi dengan pengawasan yang ketat dan transparan.
Ia pun meminta keterlibatan aktif kementerian, lembaga, serta organisasi masyarakat untuk ikut mengawal pelaksanaan program hingga ke tingkat desa.
“Pengawasan itu kunci,” tegas Hashim.
Pemerintah berharap program unggulan ini tidak hanya meningkatkan taraf gizi masyarakat tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan pelaku usaha pangan lokal.
Laporan: Hendri | Editor: Arya