Isu “Poros Istana” di Muktamar NU, Menhaj Irfan Yusuf Tegaskan Presiden Prabowo Netral

pranusa.id July 3, 2026

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf

SURABAYA, PRANUSA.ID – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf melontarkan kritik pedas terhadap segelintir kandidat yang mencoba membonceng nama Presiden Prabowo Subianto demi memenangkan kursi kepemimpinan dalam Muktamar Nahdlatul Ulama Ke-35.

Irfan menegaskan bahwa Presiden Prabowo sama sekali tidak berniat mengotori indepedensi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut dengan intervensi politik.

“Poros Istana itu tidak ada, Presiden Prabowo itu sangat menghormati NU, sehingga beliau tidak akan ikut cawe-cawe”, tegas Irfan saat memberikan keterangan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (2/7/2026).

Irfan menyebut segala klaim dukungan dari pihak Istana hanyalah manuver murahan untuk mengintimidasi lawan atau sekadar mendongkrak citra diri.

Ia menantang para kandidat untuk membuktikan kapasitas diri secara objektif tanpa harus mengandalkan restu palsu dari penguasa.

“Jadi kalau selama ini ada pihak yang mengklaim ‘saya didukung presiden’, tidak ada”, imbuhnya dengan nada tegas.

Di luar isu cawe-cawe Istana, cucu pendiri NU KH Hasyim Asy’ari ini mengaku muak dengan laporan praktik kotor yang sudah mencemari suasana pra-muktamar.

Ia menyoroti gelagat kandidat yang mulai rajin melakukan transaksi gelap dengan kepala daerah dan menebar janji manis demi membeli suara akar rumput.

“Mencari pemimpin tapi tidak seperti sekarang ini, di mana saling menghalalkan segala cara”, ungkap Irfan.

Ia mengingatkan bahwa kursi pimpinan NU bukanlah objek perebutan harta warisan, melainkan tanggung jawab moral yang akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat nanti.

Irfan berharap para kandidat yang merasa dirinya “jauh” dari nilai-nilai Qanun Asasi NU segera sadar sebelum marwah organisasi benar-benar hancur.

“Itu adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan di dunia maupun akhirat”, pungkasnya.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Pesan Natalius Pigai untuk Warga Papua: Boleh Tuntut Kesejahteraan, Asal Tidak Minta Merdeka
NABIRE, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Kritik Kesejahteraan Pascakemerdekaan, Festival Bantal Galang Donasi Alat Tidur bagi Buruh Gendong Beringharjo
SLEMAN, PRANUSA.ID — Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik…
Dinas Sosial Kota Yogyakarta Gelar Ziarah Edukatif Pekan “Jejak Patriot” bagi Pelajar
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Dinas Sosial Kota Yogyakarta menggelar kegiatan ziarah…
Sinergi TNI-Polri dan Forkopimda Ende Salurkan 725 Paket Bansos Presiden untuk Korban Gempa
ENDE, PRANUSA.ID — Sebagai wujud kepedulian negara di tengah masyarakat…
81 Tahun Indonesia: Merdeka Sejati atau sekadar “Merdeka-Merdekaan”?
KOLOM— Pada 17 Agustus 2026, masyarakat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan…