Isu Sawit Seret Nama Prabowo, Hashim Sebut Ada Perusahaan yang Biayai Fitnah

pranusa.id December 26, 2025

Foto: Hashim Djojohadikusumo Dok. Kemenhut

JAKARTA — Isu kepemilikan lahan sawit yang menyeret nama Presiden Prabowo Subianto kembali mencuat di ruang publik. Menanggapi hal itu, adik kandung Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, angkat bicara dan menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar.

Hashim menyatakan Prabowo tidak memiliki lahan sawit, bahkan tidak satu hektare pun, di wilayah Indonesia. Ia menilai isu tersebut sengaja disebarkan untuk membangun opini negatif terhadap pemerintahan saat ini.

“Tidak benar kalau ada tuduhan Prabowo punya lahan sawit. Satu hektare pun tidak ada,” kata Hashim.

Menurut Hashim, narasi tersebut bukan sekadar isu liar, melainkan diduga kuat digerakkan oleh kepentingan tertentu. Ia menyebut ada ratusan perusahaan yang merasa dirugikan oleh kebijakan pemerintah saat ini karena penegakan hukum mulai dijalankan secara tegas.

“Ada lebih dari 200 perusahaan, pemiliknya orang-orang yang tidak benar. Kami menduga mereka inilah yang menyebarkan fitnah-fitnah seperti ini,” ujarnya.

Hashim menilai, kelompok tersebut merasa terancam karena pemerintah mulai bersikap tegas terhadap praktik-praktik yang selama ini merugikan negara. Kondisi itu, kata dia, mendorong upaya sistematis untuk membangun citra buruk terhadap Prabowo.

“Kita melihat indikasi yang jelas, ada yang membayar. Ada yang membiayai influencer, bahkan bot di media sosial, untuk menyebarkan cerita seolah-olah Prabowo punya lahan sawit,” tuturnya.

Selain menyinggung isu tersebut, Hashim juga menyampaikan aspirasi masyarakat Sumatera Utara yang ia dengar dalam pertemuan tersebut, salah satunya terkait keberadaan pabrik PT Toba Pulp Lestari.

Ia mengaku mendapat informasi bahwa operasional pabrik tersebut telah dihentikan sementara. Hashim berharap langkah itu tidak hanya bersifat sementara, melainkan menjadi penutupan permanen demi kepentingan lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Saya dengar pabrik Toba Pulp Lestari sudah ditutup sementara. Mudah-mudahan bukan sementara, tapi selamanya. Aspirasi masyarakat Sumatera Utara ini tentu akan saya sampaikan langsung kepada Presiden,” kata Hashim.

Ia menegaskan komitmennya untuk menjadi penghubung suara masyarakat daerah kepada pemerintah pusat, khususnya terkait isu lingkungan dan keadilan sosial yang selama ini menjadi perhatian publik.

Laporan: Judirho | Editor: Kristoforus

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Ruben Onsu Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Investasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menetapkan artis…
Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Gempa Sikka di Stadion Samador, Minta Bantuan Jangkau Wilayah Terisolasi
MAUMERE, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming meninjau…
Atasi Bencana Gempa Flores, Pemprov NTT Kelola Dana Bantuan Rp4,35 Miliar dan Kucurkan Logistik
ENDE, PRANUSA.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan…
Bank NTT Cabang Ende Salurkan 100 Paket Sembako dan Terpal untuk Korban Gempa Flores
ENDE, PRANUSA.ID — Gelombang kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana gempa…
Peringati HUT ke-78 dan Menuju Dasawindu 2028, SMA Kolese De Britto Resmi Buka PSB TA 2027/2028
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Bertepatan dengan peringatan HUT ke-78 SMA Kolese…