Ketum PB HMI Hilang Usai Ancam Demo Istana, Refly: Jokowi Merasa Terancam


Pakar hukum tata negara, Refly Harun. (Instagram/@reflyharun)

PRANUSA.ID — Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menilai pemerintahan Presiden Joko Widodo seolah hendak membungkam ide, aspirasi atau pendapat dari warganya.

Pernyataan itu disampaikannya menanggapi Penjabat (Pj) Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Abdul Muis Amiruddin yang sempat hilang selama dua hari usai mengumumkan rencana demonstrasi di Istana dan Gedung DPR RI.

“Sekarang ini, pemerintahan Presiden Jokowi sepertinya ya, pengamatan saya menutup ingin membungkam semua aksi unjuk rasa,” kata Refly dalam sebuah video yang tayang di kanal YouTube miliknya, seperti dikutip Pranusa.ID dari Fajar pada Selasa (10/8).

Menurutnya, pemerintahan Jokowi memiliki pengaruh terhadap hilangnya Abdul Muis. Ia menduga kuat pemerintahan Jokowi mulai merasa terancam akibat ramainya desakan agar Jokowi mundur. Hal ini yang membuat mereka lantas meniadakan aksi unjuk rasa.

“Ini soal psikologi kekuasaan saja. Kemungkinan besar, pemerintahan Presiden Jokowi mulai merasa terancam akan banyaknya tuntutan orang yang meminta, misalnya Presiden Jokowi mundur,” ujarnya.

“Tapi dalam konteks seperti ini (hilangnya Abdul Muis), ya tetap tidak boleh melarang orang berunjuk rasa, karena itu adalah hak konstitusional,” ungkapnya.

 

Penulis: Jessica C. Ivanny
Editor: Bagas R.

Berita Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Top