KINERJA ESSA CERMINKAN PEMULIHAN BERKELANJUTAN DI KUARTAL I-2021

Thom Sembiring April 23, 2021

Essa (Dok. Istimewa)

PT Surya Esa Perkasa Tbk (“ESSA”) emiten yang bergerak di sektor Energi dan Kimia melalui Kilang LPG (liquefied petroleum gas) dan produksi Amonia, mencatatkan kinerja keuangan yang meningkat secara signifikan pada Kuartal I-2021.

Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasi Interim yang tidak diaudit per 31 Maret 2021, ESSA berhasil membukukan pendapatan sebesar USD 68,5 juta pada Kuartal I-2021, meningkat sebesar 8,86% dibandingkan pada Kuartal I-2020 sebesar USD 62,9 juta.

Pendapatan Amonia meningkat 11,8% di Kuartal I-2021 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini turut berpengaruh terhadap kenaikan pendapatan ESSA yang sebagian besar kontribusi penjualannya berasal dari segmen Amonia sebesar 86% lalu diikuti oleh segmen LPG sebesar 14%. Sedangkan dari sisi operasional, ESSA berhasil mengurangi beban penjualan sebesar 18% dan beban administrasi dan umum dengan 17% lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal tersebut memungkinkan Perseroan menghasilkan marjin operasi yang lebih baik yang menjadikan laba bersih Perseroan naik menjadi sebesar USD 9,5 juta pada Kuartal I-2021, dibandingkan sebesar USD 0,3 juta pada Kuartal I-2020.

Presiden Direktur ESSA, Vinod Laroya, menyatakan, “Peningkatan pendapatan serta laba bersih ESSA seiring dengan adanya pemulihan kembali harga Amonia secara tajam sejak Januari 2021. Kenaikan harga Amonia tersebut didorong oleh hambatan pasokan serta karena sektornya memasuki masa awal pemulihan permintaan. Ke depan, ESSA akan terus meningkatkan kinerjanya seiring dengan pemulihan harga dan permintaan di pasar global.”

Amonia banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk, plastik, dan bahan kimia di seluruh dunia. Namun demikian, perkiraan permintaan Amonia saat ini belum mempertimbangkan peran Amonia sebagai alternatif bahan bakar masa depan karena kandungan hidrogennya yang tinggi, nol emisi CO2 pada saat pembakaran, serta pengiriman logistik yang dapat diandalkan.

Seiring dengan adanya peningkatan permintaan Amonia global, ESSA melihat sumber tambahan untuk pengembangan permintaan amonia melalui Amonia Biru yang saat ini juga memperlihatkan prospek yang cukup signifikan. Oleh karena itu pada Maret 2021 lalu, Perseroan bekerjasama dengan Japan Oil, Gas and Metals National Corporation (“JOGMEC”), Mitsubishi Corporation (“MC”), dan Institut Teknologi Bandung (“ITB”) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pengumpulan, Pemanfaatan dan Penyimpanan Karbon (Carbon).

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Jusuf Kalla Sebut Tokoh dari Luar Jawa Masih Sulit Terpilih Jadi Presiden Indonesia
JAKARTA, PRANUSA.ID – Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12…
Buntut Polemik Sepatu Rp799 Ribu, Mensos Gus Ipul Nonaktifkan Dua Pejabat Kemensos
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab…
Rupiah Terpuruk ke Rp17.517 per Dolar AS, PPI Amerika Serikat Tembus 6 Persen
JAKARTA, PRANUSA.ID – Nilai tukar rupiah kembali mengalami depresiasi terhadap…
Pramono Anung Tegaskan Jakarta Tetap Berstatus Ibu Kota Hingga Keppres IKN Diterbitkan
JAKARTA, PRANUSA.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan…
Kejar Target Beroperasi Juli 2026, Pemerintah Siapkan 30 Ribu Koperasi Merah Putih di Seluruh Indonesia
JAKARTA, PRANUSA.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menargetkan sekitar…