Pesan Megawati Bagi Paslon Terpilih: Jangan Lupa Diri dan Terpecah

pranusa.id August 11, 2020

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Kristianto Purnomo/Kompas.com)

PRANUSA.ID — Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyebut calon pasangan kepala daerah kerap kali lupa diri dan menjadi bertikai saat sudah terpilih.

Hal itu disampaikannya dalam pengumuman rekomendasi calon kepala daerah yang disiarkan di kanal YouTube PDIP pada Selasa (11/8/2020).

Untuk itu, Megawati berpesan agar pasangan calon kepala daerah terpilih nantinya tidak berpecah dan selalu bekerja sama dengan solid.

“Karena kami memilih pasangan, jangan ribut. Seringkali kalau udah jadi lupa diri. Entah yang mana apa yang bupatinya atau wakil bupati nya atau kebalikannya antara berdua ini bukannya bekerja sama dengan solid tetapi sudah mulai pecah,” kata Megawati.

Dia kemudian mengungkapkan perasaan jengkelnya soal tidak adanya sanksi dari partai yang dapat diterima kepala daerah ketika melakukan kesalahan.

“Kalian boleh saja senang tidak ada yang namanya apa, sanksi. Jadi kalau itu saya sendiri saya suka jengkel,” ujar dia.

Megawati menambahkan, memang ada sanksi berupa penggantian antar waktu (PAW) anggota jika kesalahan tersebut dilakukan di struktur dan legislasi.

“Tetapi, eksekutif tidak. Ini pasti kalau ada yang pikiran jelek udah senang ‘rupanya ini kita nggak bisa diberikan sebuah sanksi’,” tukas dia.

Jika kejadian tersebut berulang terus, Megawati meyakini suatu saat undang-undang akan diubah agar eksekutif pun dapat mendapatkan sanksi jika melakukan kesalahan serupa.

“Tapi belum tentu. Republik ini pintar. Suatu saat kejadian begini terus, pasti akan diubah undang-undangnya. Bahwa yang namanya ekesekutif juga dapat, dapat harusnya diberikan sanksi.

Dia lantas memberikan contoh saat setidaknya sembilan kepala daerah di Sumatera Utara tersandung kasus hukum karena melakukan tindak pidana korupsi.

“Coba, seperti Sumatera Utara. Coba itu tadi satu rengreng banyak sekali. Tolong dipikir, tolong diingat, berapa gubernur yang kena, berapa wali kota yang kena. Semuanya urusannya adalah masalah hukum. Coba saja dilihat,” jelasnya.

Tak lupa, Megawati meminta calon kepala daerah yang diusung PDIP untuk mengikuti sekolah partai agar kepala daerah terpilih nantinya dapat memahami tata kelola pemerintahan.

“Perlu juga seni memimpin birokrasi, mengerti aspek perencanaan kebijakan dan menjalankannya melalui kepemimpinan yang eketif, yang semuanya akan diajarkan nanti dalam sekolah partai. Ikuti sekolah partai itu dengan baik,” tandas Megawati. *(Cornelia)

f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Atasi Dampak Psikologis Pasca-Gempa Flores, Polda NTT Siagakan Tim Trauma Healing untuk Anak
ENDE, PRANUSA.ID — Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur bergerak…
Pemutaran Film Dokumenter “Di Balik Ilusi Tembakau” Soroti Paradoks Industri Tembakau
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Pemutaran film dokumenter bertajuk “Di Balik Ilusi…
Gubernur Ria Norsan Ajak Warga Kalbar Jaga Persatuan dan Sinergi
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengikuti jalannya…
BMKG Perkirakan Gempa Susulan Sesar Naik Flores Masih Terjadi hingga Tiga Pekan ke Depan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan…
Gempa Dasyat Guncang NTT, Ketua DPR Puan Maharani Desak Pemerintah Gerak Cepat Tangani Korban dan Wisatawan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah…