Rilis Kajian Terbaru, KPK Sebut Tingginya Biaya Politik Jadi Pemicu Utama OTT Kepala Daerah

pranusa.id April 17, 2026

(Ilustrasi uang korupsi: Tribun)

JAKARTA, PRANUSA.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkapkan bahwa tingginya mahar politik menjadi pemicu utama maraknya kepala daerah hasil pemilihan umum yang terjerat operasi tangkap tangan.

“Kombinasi mahalnya biaya penyelenggaraan dan biaya politik peserta menimbulkan implikasi serius terhadap integritas demokrasi karena mendorong praktik politik transaksional sejak proses kandidasi hingga perilaku koruptif setelah kandidat terpilih,” tulis dokumen kajian Direktorat Monitoring KPK yang dikutip pada Jumat (17/4/2026).

Dokumen lampiran laporan tahunan 2025 tersebut memaparkan enam persoalan fundamental sistem elektoral yang kerap bermuara pada penyalahgunaan anggaran daerah, jual beli jabatan, hingga praktik mafia proyek pemerintah.

“Proses kandidasi di partai politik dinilai masih transaksional di mana penentuan calon dan nomor urut kerap dipengaruhi kepentingan elite serta kemampuan finansial kandidat,” rinci laporan tersebut.

Selain menyoroti siklus korupsi di internal partai politik, lembaga antirasuah itu juga mendeteksi adanya indikasi penyuapan terhadap pihak penyelenggara pada tahapan penghitungan, rekapitulasi suara, hingga penyelesaian sengketa.

“KPK merekomendasikan sejumlah langkah perbaikan di antaranya memperkuat integritas penyelenggara pemilu melalui perbaikan mekanisme seleksi, transparansi, serta pelibatan publik dalam penelusuran rekam jejak,” catat dokumen itu.

Buruknya tata kelola demokrasi tersebut terbukti dari rekam jejak penindakan penyidik yang telah menangkap sebelas kepala daerah hasil Pilkada 2024 hingga bulan April 2026 atas kasus pemerasan dan suap proyek.

Laporan: Hendri | Editor: Rivaldy

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Dua Prajurit TNI Penyiram Air Keras Batal Dipecat, Menteri Pigai Dorong Pengacara Andrie Yunus Ajukan Kasasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Perkuat Operasi Terpadu Karhutla Kalbar, Kemenhut Gelontorkan DAK Rp5,5 Miliar
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Pemerintah menyiapkan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK)…
Jaga Stabilitas Harga, Bulog Pasok 110 Ribu Ton Beras ke Pasar dan Ritel Modern
JAKARTA, PRANUSA.ID — Perum Bulog menyiapakan pasokan sebanyak 110.000 ton…
AJMAN Kalbar Sebut Penanganan Kabut Asap Harus Berfokus pada Keselamatan dan Aktivitas Warga
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Pengurus Daerah (PD) Asosiasi Jurnalis Masyarakat…
Kabut Asap Meluas dan Lumpuhkan Aktivitas, AMAN Kalbar Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Dampak bencana kabut asap akibat kebakaran hutan…